Jangan Panik, Ini Batas Rambut Rontok yang Masih Normal Setiap Hari
Melihat banyak helai rambut tertinggal di sisir, bantal, atau lantai kamar mandi memang bisa membuat khawatir. Namun, rambut rontok setiap...
Read more
Tren sustainability atau keberlanjutan semakin masuk ke berbagai aspek kehidupan. Tidak hanya memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis dan konsumen memilih produk, isu lingkungan kini juga ikut mengubah arah dunia kerja.
Perubahan tersebut melahirkan istilah green jobs atau pekerjaan hijau, yakni jenis pekerjaan yang berkontribusi terhadap pelestarian maupun pemulihan lingkungan sekaligus tetap memenuhi prinsip pekerjaan layak.
Menurut International Labour Organization atau ILO, green jobs merupakan pekerjaan layak yang membantu menjaga atau memulihkan lingkungan. Pekerjaan ini dapat ditemukan pada sektor yang sudah lama berkembang seperti manufaktur dan konstruksi maupun sektor baru seperti energi terbarukan dan efisiensi energi.
Artinya, green jobs tidak selalu berarti bekerja langsung di kawasan hutan, mengurus sampah, atau memasang panel surya. Pekerjaan di berbagai sektor dapat masuk dalam kategori tersebut selama proses kerja atau produksinya memberikan kontribusi terhadap lingkungan.
Konsep green jobs menggabungkan kepentingan ekonomi dengan perlindungan lingkungan. Pekerjaan hijau diharapkan dapat membantu mengurangi dampak negatif kegiatan ekonomi sekaligus menciptakan kesempatan kerja yang layak.
ILO menjelaskan bahwa green jobs dapat berperan dalam meningkatkan efisiensi energi dan bahan baku, membatasi emisi gas rumah kaca, mengurangi limbah dan polusi, melindungi ekosistem, serta membantu masyarakat beradaptasi terhadap perubahan iklim.
Hal penting lainnya adalah green jobs tidak hanya dinilai dari produk akhir yang dihasilkan. Proses kerja juga menjadi bagian penting. Sebuah perusahaan, misalnya, dapat menghasilkan produk yang bukan merupakan produk ramah lingkungan, tetapi menerapkan proses produksi yang lebih hemat energi, mengurangi penggunaan bahan baku, atau memperbaiki sistem pengelolaan limbah.
Karena itu, konsep pekerjaan hijau sebenarnya jauh lebih luas daripada sekadar profesi yang secara langsung berhubungan dengan lingkungan.
Di Indonesia, peluang sektor ini juga mulai mendapat perhatian serius. Kementerian Ketenagakerjaan melalui Outlook Ketenagakerjaan 2026 memproyeksikan potensi green jobs di Indonesia dapat mencapai 3,88 juta orang pada 2026.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker Anwar Sanusi menyebut peluang tersebut berkaitan dengan perkembangan hilirisasi sumber daya alam, energi baru terbarukan, ekonomi sirkular, elektrifikasi transportasi, hingga modernisasi industri.
Pada awal September 2026, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy juga mendorong agar green jobs menjadi salah satu ujung tombak lapangan kerja pada masa depan. Menurutnya, transformasi menuju pekerjaan yang lebih ramah lingkungan perlu menjadi bagian dari perubahan ekonomi.
Green jobs dapat ditemukan dalam berbagai bidang. Beberapa di antaranya bahkan merupakan profesi yang sudah dikenal masyarakat, tetapi memiliki peran baru dalam mendukung keberlanjutan.
Guru
Guru memiliki peran penting dalam memperkenalkan isu perubahan iklim dan sustainability kepada generasi muda. Pendidikan mengenai lingkungan dapat membantu siswa memahami bagaimana aktivitas sehari-hari memengaruhi lingkungan dan mendorong mereka mengambil keputusan yang lebih bertanggung jawab.
Dengan demikian, pekerjaan sebagai guru dapat berkontribusi pada agenda lingkungan melalui proses pendidikan dan pembentukan pola pikir.
Pemasang panel surya
Pengembangan energi surya membutuhkan tenaga kerja yang mampu memasang, mengoperasikan, serta melakukan pemeliharaan panel surya.
Pekerjaan ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan terhadap sumber energi dengan emisi lebih rendah. Di Indonesia, sektor energi terbarukan juga dipandang memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja.
Berdasarkan kajian yang dikutip pemerintah, pengembangan energi baru dan terbarukan berpotensi menciptakan sekitar 760 ribu lapangan kerja hijau dalam 10 tahun. Dari berbagai jenis energi tersebut, tenaga surya diperkirakan memiliki kontribusi pekerjaan yang besar.
Teknisi energi terbarukan
Selain tenaga surya, energi terbarukan mencakup berbagai sumber seperti tenaga angin, panas bumi, air, biomassa, dan biogas.
Kebutuhan tenaga ahli di bidang tersebut berpotensi berkembang seiring pembangunan infrastruktur energi bersih. Teknisi, insinyur, operator, hingga tenaga pemeliharaan dapat mengambil peran dalam ekosistem energi terbarukan.
Pemandu ecotourism
Konsep ecotourism atau wisata berbasis lingkungan juga membutuhkan tenaga kerja yang memahami ekosistem dan mampu memberikan edukasi kepada wisatawan.
Pemandu ecotourism tidak sekadar membawa wisatawan berkeliling. Mereka juga dapat menjelaskan kondisi lingkungan, keanekaragaman hayati, serta cara berwisata yang tidak merusak kawasan yang dikunjungi.
Petani urban
Pertanian perkotaan atau urban farming menjadi salah satu contoh kegiatan yang dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus pemanfaatan ruang di kawasan perkotaan.
Petani urban menjalankan kegiatan budidaya, pengolahan, dan distribusi pangan di sekitar wilayah kota. Perkembangan konsep pangan lokal dan ekonomi sirkular dapat membuat bidang ini semakin relevan dalam pembahasan pekerjaan hijau.
Desainer fashion berkelanjutan
Industri fashion juga mulai bergerak menuju praktik yang lebih memperhatikan lingkungan dan aspek sosial.
Desainer fashion berkelanjutan dapat mempertimbangkan penggunaan bahan, proses produksi, umur produk, hingga pengelolaan limbah. Tujuannya bukan hanya menghasilkan pakaian, tetapi juga mendorong pola konsumsi fashion yang lebih bertanggung jawab.
Perkembangan green jobs menunjukkan bahwa pekerjaan ramah lingkungan tidak terbatas pada satu industri. ILO mencatat sektor dengan potensi green jobs mencakup energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, konstruksi hijau, pengelolaan limbah dan daur ulang, transportasi berkelanjutan, serta berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Di Indonesia, perkembangan tersebut membuat kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai ikut meningkat. Anwar Sanusi menekankan bahwa peluang kerja dari ekonomi hijau perlu diimbangi kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Karena itu, green jobs bukan hanya tentang mencari pekerjaan yang dianggap ramah lingkungan. Keterampilan, pemahaman teknologi, kemampuan beradaptasi, dan pengetahuan mengenai prinsip keberlanjutan menjadi bagian penting dari kesiapan memasuki dunia kerja yang semakin hijau.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Gaya Hidup Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia gaya hidup — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Tren sustainability atau keberlanjutan semakin masuk ke berbagai aspek kehidupan. Tidak hanya memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis dan konsumen memilih...
Melihat banyak helai rambut tertinggal di sisir, bantal, atau lantai kamar mandi memang bisa membuat khawatir. Namun, rambut rontok setiap...