Pemerintah Malaysia Longgarkan Kuota BBM Subsidi di Tengah Harga Minyak Global
Pemerintah Malaysia kembali menambah kuota bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi melalui program BUDI MADANI. Kebijakan ini berlaku mulai 1...
Read more
Kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM di Iran semakin terlihat setelah Amerika Serikat memperketat sanksi ekonomi terhadap negara tersebut. Di sejumlah kota, warga harus menghabiskan waktu berjam-jam di stasiun pengisian bahan bakar demi mendapatkan bensin.
Situasi ini bahkan membuat sebagian pengendara datang sebelum tengah malam atau memilih tidur di dalam mobil agar bisa mendapatkan bahan bakar pada pagi hari. Sejumlah stasiun pengisian juga dilaporkan tutup sebelum seluruh kendaraan yang mengantre mendapatkan pelayanan.
Kondisi serupa terjadi pada distribusi diesel. Para sopir truk mengatakan antrean di sejumlah stasiun pengisian dekat kota-kota besar dapat mencapai beberapa kilometer. Mereka harus menunggu semalaman hanya untuk mendapatkan bahan bakar yang dibutuhkan agar kendaraan bisa kembali beroperasi.
Iran sebenarnya telah menghadapi defisit bensin sekitar 15 juta liter per hari. Kondisi tersebut semakin sulit ditangani karena kerusakan akibat perang, hambatan impor produk minyak olahan, serta tekanan sanksi Amerika Serikat.
Seorang warga Karaj, kota di sebelah barat Teheran, menggambarkan panjangnya antrean BBM yang terjadi di wilayah tersebut. Ia mengatakan beberapa stasiun pengisian bahkan membatasi pembelian hingga sekitar 5 liter untuk setiap orang.
“Saya sedang mengantre bensin sekarang. Butuh sekitar 45 menit hanya untuk sampai sejauh ini,” kata warga Karaj tersebut.
Ia mengaku sebelumnya telah mendatangi beberapa stasiun pengisian. Ada stasiun yang sudah tutup, tidak memiliki persediaan bensin, atau dipenuhi antrean kendaraan.
Bagi sopir truk, masalah tersebut bukan sekadar membuat perjalanan tertunda. Waktu yang dihabiskan untuk mengantre berarti mereka kehilangan kesempatan mendapatkan penghasilan.
“Seluruh hidup kami dihabiskan entah dalam antrean diesel atau di jalan,” kata seorang sopir truk.
Kelangkaan BBM juga diikuti kekhawatiran mengenai kualitas bahan bakar. Kondisi ini muncul setelah penggunaan metanol dalam bensin produksi dalam negeri mulai dilakukan sebagai bagian dari pengujian.
Vahid Ghaneifard, CEO Persian Gulf Star Oil Company, sebelumnya mengonfirmasi bahwa kilangnya mulai menguji metanol sebagai bahan oksigenat dalam bensin. Perusahaan menyebut kandungan metanol dalam campuran sekitar 0,5 persen, sementara otoritas penyulingan Iran mengatakan standar nasional masih mengizinkan konsentrasi hingga 3 persen.
Pemerintah Iran menyatakan penggunaan tersebut memenuhi persyaratan teknis. Namun, kabar mengenai pencampuran bahan lain ke dalam bensin memicu kekhawatiran masyarakat.
Sejumlah video yang beredar memperlihatkan bahan bakar yang tampak sangat jernih. Sebagian pengguna kemudian menuduh adanya campuran air atau alkohol berlebihan. Klaim tersebut belum mendapat konfirmasi independen.
Salah satu kasus pencampuran air dengan bensin memang telah dikonfirmasi di Rafsanjan. Otoritas setempat menyatakan air masuk ke dalam pasokan bensin di sebuah stasiun pengisian akibat kerusakan teknis. Insiden tersebut sedang diselidiki.
Ketidakpercayaan terhadap kualitas BBM semakin terasa di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Seorang warga Teheran bahkan mengaku mengeluarkan sekitar 1 miliar toman untuk memperbaiki mobilnya setelah mengalami kerusakan pada poros engkol. Nilai tersebut setara sekitar US$5.250 atau sekitar Rp93,9 juta berdasarkan kurs yang disebut dalam laporan.
Namun, dugaan bahwa kerusakan tersebut disebabkan kualitas bensin belum dapat dibuktikan secara independen.
Di tengah kelangkaan bahan bakar, pemerintah Iran juga menghadapi tekanan untuk mengubah sistem subsidi energi. Pemerintah menilai harga BBM yang terlalu murah mendorong konsumsi berlebihan dan penyelundupan ke luar negeri.
Menurut ekonom Hassan Mansour, pemerintah kemungkinan sedang mempersiapkan kondisi politik untuk menaikkan harga energi. Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan subsidi, tetapi juga kondisi keuangan industri minyak Iran.
“Sekali lagi, pemerintah mendapati dirinya sedang mempersiapkan landasan untuk menaikkan harga pembawa energi,” kata Hassan Mansour kepada media.
Mansour menyoroti besarnya kewajiban finansial National Iranian Oil Company kepada bank sentral dan bank komersial. Perusahaan tersebut juga memiliki kewajiban kepada National Development Fund serta beban pajak yang besar.
Menurutnya, tekanan keuangan tersebut dapat berdampak pada stabilitas ekonomi, termasuk nilai mata uang dan inflasi. Karena itu, kenaikan harga BBM dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi konsumsi sekaligus meningkatkan pendapatan negara.
Namun, menaikkan harga BBM saat masyarakat sudah kesulitan mendapatkan bensin berisiko memicu kemarahan publik. Pemerintah Iran masih mengingat gejolak November 2019 ketika kenaikan harga bensin secara mendadak memicu demonstrasi di berbagai wilayah dan diikuti tindakan keras serta pemutusan akses internet.
Kondisi ekonomi Iran saat ini dinilai semakin rapuh. Perang telah merusak sejumlah infrastruktur, sanksi internasional mempersempit ruang perdagangan, sementara daya beli masyarakat terus tertekan.
Dalam situasi tersebut, pemerintah menghadapi pilihan sulit. Meningkatkan produksi BBM membutuhkan investasi dan teknologi, sedangkan mengurangi konsumsi dapat dilakukan melalui pengetatan distribusi atau kenaikan harga.
Bagi warga Iran, antrean panjang di stasiun pengisian kini menjadi bagian dari tekanan ekonomi yang mereka hadapi sehari-hari. Bagi pemerintah, persoalan tersebut bukan hanya masalah pasokan, tetapi juga menyangkut kebijakan subsidi, kondisi industri minyak, kemampuan keuangan negara, serta potensi gejolak sosial jika harga energi kembali dinaikkan.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Stroke selama ini identik dengan kelompok lanjut usia. Namun, kondisi tersebut ternyata juga dapat menyerang orang yang masih berada pada...
Pernah merasa kepala tiba-tiba ringan atau pandangan berkunang-kunang setelah bangkit dari duduk maupun berbaring? Keluhan seperti ini cukup sering dialami...