Microsoft 365 Dilanda Gangguan Besar, Outlook dan Teams Ikut Terdampak
Layanan Microsoft 365 mengalami gangguan besar sejak 31 Agustus 2026. Masalah tersebut tidak hanya mengganggu Outlook dan Exchange Online, tetapi...
Read more
Keamanan layanan penyimpanan awan Dropbox menjadi sorotan setelah sekitar 5.000 akun pengguna diketahui mengalami akses tidak sah pada Agustus 2026.
Menurut Dropbox, hacker berhasil masuk ke akun-akun tersebut dan pada sebagian kasus melihat serta mengunduh file yang tersimpan di dalamnya. Namun, akses terhadap file hanya terjadi pada kurang dari sepertiga akun yang terdampak.
Akses tidak sah tersebut berlangsung antara 4 Agustus hingga 21 Agustus 2026. Beberapa pengguna kemudian menerima pemberitahuan dari Dropbox mengenai aktivitas mencurigakan pada akun mereka.
Dropbox mengatakan akun yang terdampak memiliki keterkaitan dengan Lenovo ID dan tidak mengaktifkan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication.
Masalah bermula dari proses verifikasi email pada Lenovo ID. Berdasarkan pemberitahuan kepada pengguna, hacker dapat mendaftarkan Lenovo ID menggunakan alamat email milik pengguna Dropbox meskipun mereka tidak pernah membuat akun Lenovo tersebut.
Lenovo ID kemudian digunakan untuk masuk ke akun Dropbox yang memiliki alamat email sama.
Lenovo menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan “legacy integration” atau integrasi lama antara Lenovo ID dan Dropbox yang dapat digunakan untuk mengautentikasi akun Dropbox tertentu secara tidak semestinya. Lenovo juga menyatakan pelanggan Lenovo tidak terdampak dan penyelidikan masih berlangsung.
Setelah mengetahui celah tersebut, Dropbox mengambil sejumlah langkah untuk menghentikan akses yang tidak sah. Perusahaan mengakhiri sesi yang sebelumnya diautentikasi melalui Lenovo ID dan menghapus hubungan antara Lenovo ID dengan akun Dropbox.
Dropbox juga mengubah sistem autentikasinya sehingga pengguna harus memasukkan kata sandi Dropbox ketika mengakses akun melalui Lenovo. Perusahaan turut melaporkan insiden tersebut kepada regulator perlindungan data dan memberi tahu pengguna yang terdampak.
Juru bicara Dropbox, Tim Rathschmidt, mengatakan perusahaan tidak memperkirakan insiden tersebut memberikan dampak signifikan terhadap bisnis.
Meski demikian, insiden ini menunjukkan bahwa keamanan akun tidak hanya bergantung pada sistem layanan utama. Integrasi dengan layanan identitas pihak ketiga juga dapat menjadi titik risiko jika proses verifikasi dan autentikasi tidak berjalan dengan baik.
Di sisi pasar, saham Dropbox sempat mengalami tekanan setelah kabar peretasan mencuat. Laporan terbaru menyebut saham perusahaan turun sekitar 2,4 persen dalam perdagangan setelah jam bursa.
Bagi pengguna, insiden tersebut juga kembali menyoroti pentingnya autentikasi dua faktor. Fitur keamanan tambahan ini dapat memberikan lapisan perlindungan ketika terjadi masalah pada metode login atau integrasi layanan pihak ketiga.
Referensi:
Bloomberg Technoz
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internet Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internet — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Layanan Microsoft 365 mengalami gangguan besar sejak 31 Agustus 2026. Masalah tersebut tidak hanya mengganggu Outlook dan Exchange Online, tetapi...
John Ternus resmi menjadi CEO Apple mulai 1 September 2026, menggantikan Tim Cook yang kini beralih ke posisi Executive Chairman....