Polisi Bongkar Gudang Produksi Pil Zenith di Semarang, Ribuan Pil Disita

Polisi bongkar pabrik pil Zenith di Semarang dan sita ribuan butir serta bahan baku berbahaya. Tiga tersangka diamankan. (Foto: Istimewa)

Polisi bongkar pabrik pil Zenith di Semarang dan sita ribuan butir serta bahan baku berbahaya

Aparat kepolisian berhasil membongkar praktik produksi obat keras ilegal jenis Zenith Carnophen atau yang dikenal sebagai pil jin di wilayah Semarang, Jawa Tengah. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan tiga orang tersangka serta menyita berbagai bahan baku dan peralatan produksi yang digunakan untuk membuat pil terlarang tersebut.

Menurut Brigjen Eko Hadi Santoso selaku Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, pengungkapan ini menjadi langkah nyata dalam memutus rantai peredaran obat berbahaya di Indonesia.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran yang berhasil membongkar laboratorium produksi Zenith ini. Ini bukti komitmen Polri dalam menekan suplai obat terlarang dari sumbernya,” kata Eko.

Pengungkapan Berawal dari Penangkapan di Jakarta

Kasus ini bermula dari penangkapan dua tersangka di sebuah hotel di Jakarta Utara pada Jumat 10 April 2026. Dari lokasi tersebut, polisi menyita sekitar 120 ribu butir pil Zenith yang siap edar.

Berdasarkan hasil pengembangan, aparat kemudian bergerak ke lokasi kedua di Jalan Kertanegara 3, Semarang Selatan. Di sana, polisi menangkap tersangka berinisial TJ yang diketahui merupakan residivis kasus narkoba.

Dari tangan TJ, polisi menyita barang bukti berupa ponsel dan dua kartu ATM yang diduga digunakan dalam aktivitas transaksi ilegal.

Pengembangan lebih lanjut mengarah pada sebuah gudang di Desa Wonopolo, Kecamatan Mijen, Semarang. Lokasi ini diduga menjadi pusat produksi pil Zenith.

Di gudang tersebut, polisi menemukan prekursor dalam jumlah besar mencapai 1.855 kilogram. Rinciannya meliputi:

  • 10 tong carisoprodol seberat 250 kg
  • 32 karung hisel seberat 730 kg
  • 26 karung talaq seberat 650 kg
  • 9 tong poviden seberat 225 kg

Selain bahan baku, aparat juga menyita peralatan produksi pil yang digunakan untuk mencetak Zenith dalam jumlah besar.

Berdasarkan data dari kepolisian, Zenith Carnophen sendiri merupakan obat keras yang awalnya digunakan sebagai relaksan otot. Namun, kandungan seperti carisoprodol, paracetamol, dan kafein membuatnya sering disalahgunakan karena efek sedatif sekaligus stimulan.

Eko menegaskan bahwa pihaknya akan terus menindak tegas peredaran obat keras ilegal dari hulu hingga hilir.

“Kami berkomitmen untuk menindak obat-obatan keras yang diperjualbelikan secara ilegal,” tegasnya.

Saat ini, seluruh tersangka telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sekaligus pengembangan jaringan peredaran yang lebih luas.

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED