Kronologi Penikaman Nus Kei di Bandara Terungkap Ini Fakta Pentingnya
Kasus penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora atau Nus Kei mengguncang publik. Insiden tersebut terjadi di Bandar Udara Karel Sadsuitubun pada...
Read more
Chief Executive Officer BPI Danantara Rosan Roeslani akhirnya memberikan pernyataan terkait wacana merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dan Grab. Ia menegaskan bahwa pihaknya menunggu proses yang tengah berlangsung antara kedua perusahaan dan belum merinci keterlibatan Danantara secara spesifik.
“Mereka sedang berjalan dulu ya, biarkan dulu itu berjalan lah,” ujar Rosan saat ditemui di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten. Pernyataan ini menegaskan sikap Danantara yang bersikap hati-hati dan menunggu kepastian sebelum terlibat aktif.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyinggung keterlibatan Danantara dalam proses penggabungan GoTo dan Grab. Meski begitu, peran Danantara belum dijabarkan secara rinci. Telkom dan anak usahanya, Telkomsel, diketahui berinvestasi sekitar Rp6,4 triliun untuk memiliki saham GoTo, dan Danantara disebut ikut terlibat sebagai bagian dari proses korporasi tersebut.
Prasetyo menekankan pentingnya kesabaran dalam menunggu proses merger ini. Menurutnya, pengelola BUMN tersebut menjadi salah satu pihak yang terkait dalam pembahasan penggabungan. Hal ini menunjukkan bahwa proses merger GoTo dan Grab melibatkan banyak pemangku kepentingan dan memerlukan koordinasi yang matang.
Rencana merger antara Grab Holdings Ltd dan GoTo sudah muncul sejak beberapa waktu lalu. Laporan dari Reuters menyebutkan bahwa Grab berupaya mencapai kesepakatan akuisisi GoTo pada kuartal kedua tahun ini. Namun, pada Juni, proses penggabungan tersebut mengalami kendala regulasi dari pemerintah Indonesia, yang menimbulkan ketidakpastian terkait kelanjutan merger.
Beberapa sumber yang mengetahui proses ini menyatakan bahwa hambatan regulasi menjadi faktor utama yang menunda penggabungan. Pemerintah Indonesia disebutkan telah mengajukan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar rencana merger dapat berjalan. Hal ini menekankan bahwa proses penggabungan kedua raksasa transportasi dan layanan antar makanan di Asia Tenggara ini tidak bisa dilakukan secara instan dan harus sesuai dengan aturan yang berlaku.
Situasi ini menunjukkan bahwa potensi merger GoTo dan Grab membutuhkan evaluasi yang matang, termasuk dari sisi regulasi dan kepentingan nasional. Keterlibatan Danantara, meskipun belum jelas, menandakan bahwa pemerintah melalui BUMN tetap mengawasi dan memfasilitasi proses korporasi demi memastikan semua pihak mendapatkan hasil yang adil dan sesuai dengan peraturan.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...