Terungkap Alasan Kenapa Semakin Tua Semakin Sulit Tidur Nyenyak
Perubahan usia tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi pola tidur. Banyak orang mulai merasakan bahwa semakin bertambah...
Read more
Daging merah seperti sapi, kambing, dan domba telah lama menjadi menu favorit banyak orang. Mulai dari steak, sate, rendang, hingga sop buntut, semua memiliki cita rasa khas yang menggugah selera. Selain lezat, daging merah juga dikenal sebagai sumber protein hewani yang kaya zat besi, vitamin B12, dan mineral penting lainnya yang bermanfaat bagi tubuh.
Namun, menurut penjelasan dari American Heart Association (AHA), konsumsi daging merah berlebihan bisa berisiko bagi kesehatan jantung. Hal ini karena daging merah umumnya mengandung lemak jenuh dalam kadar tinggi, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu penumpukan plak pada pembuluh darah dan berujung pada penyakit jantung koroner.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Mayapada Hospital Surabaya, dr. Samuel Sudanawidjaja, Sp.JP, FIHA, FSCAI, menjelaskan bahwa daging merah adalah jenis daging yang berwarna merah saat mentah dan berubah lebih gelap setelah dimasak. Jenis ini mencakup daging sapi, kambing, domba, dan babi.
“Konsumsi berlebihan, terutama daging olahan seperti sosis, bacon, dan kornet dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena tingginya kandungan garam, pengawet nitrit, dan lemak jenuh. Zat-zat tersebut dapat merusak pembuluh darah serta jantung dalam jangka panjang,” kata dr. Samuel.
Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk memperhatikan porsi dan frekuensi konsumsi daging merah. Ia menyarankan agar konsumsi dibatasi 1–2 kali per minggu serta memilih daging segar tanpa lemak seperti tenderloin, sirloin, atau bagian paha belakang.
“Daging segar yang dimasak dengan cara dibakar, direbus, atau dipanggang jauh lebih sehat dibanding digoreng. Selain itu, pastikan juga menyeimbangkan konsumsi daging merah dengan sayuran, buah, serta protein nabati seperti tempe dan kacang-kacangan,” lanjutnya.
Daging merah bukan musuh utama bagi jantung, namun bukan juga makanan yang bisa dikonsumsi tanpa batas. Menurut dr. Samuel, keseimbangan dan kesadaran menjadi hal penting dalam menjaga kesehatan jantung.
“Kuncinya adalah keseimbangan dan kesadaran. Jika Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung, ada baiknya membatasi konsumsi daging merah dan beralih ke sumber protein yang lebih sehat seperti ikan atau ayam tanpa kulit,” jelasnya.
Selain itu, memperhatikan cara memasak juga berpengaruh besar. Proses memasak pada suhu tinggi seperti memanggang langsung di atas api terbuka bisa memicu terbentuknya senyawa berbahaya seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dan amina heterosiklik (HCA), yang bersifat karsinogenik. Oleh karena itu, penting untuk tidak terlalu sering mengonsumsi daging yang dibakar gosong.
Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi daging merah berlebih dengan peningkatan risiko penyakit kronis lainnya. Berdasarkan data dari Harvard School of Public Health, orang yang rutin mengonsumsi daging merah olahan memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2, stroke, serta gangguan metabolik.
Selain itu, kadar lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan kolesterol dan tekanan darah, dua faktor utama penyebab serangan jantung. Kandungan natrium pada daging olahan seperti sosis dan kornet juga bisa memperburuk kondisi penderita hipertensi.
Untuk menjaga jantung tetap sehat, disarankan membatasi porsi daging merah hingga sekitar 100 gram per sajian, tidak lebih dari dua kali seminggu. Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi protein nabati dan ikan laut yang kaya omega-3 seperti salmon atau tuna.
Agar tetap bisa menikmati daging merah tanpa khawatir terhadap kesehatan jantung, berikut beberapa panduan yang dapat diterapkan:
Pilih Daging Segar Tanpa Lemak
Hindari bagian daging yang banyak mengandung lemak. Potongan seperti tenderloin atau sirloin lebih rendah lemak dibanding brisket atau iga.
Gunakan Metode Memasak Sehat
Pilih cara memasak dengan direbus, dipanggang, atau dikukus. Hindari penggunaan minyak berlebih saat menggoreng.
Batasi Konsumsi Daging Olahan
Daging olahan seperti sosis, nugget, dan kornet sebaiknya hanya dikonsumsi sesekali karena mengandung pengawet dan natrium tinggi.
Kombinasikan dengan Serat Tinggi
Mengonsumsi daging merah bersama sayuran hijau, buah, dan biji-bijian utuh dapat membantu menyeimbangkan kadar kolesterol dan menurunkan risiko penyakit jantung.
Kontrol Porsi Makan
Ukuran ideal porsi daging merah per makan adalah sebesar telapak tangan orang dewasa. Lebih dari itu, risiko gangguan jantung bisa meningkat.
Menurut dr. Samuel, pemeriksaan dini berperan penting dalam mencegah penyakit jantung akibat pola makan tidak seimbang. Ia menyarankan masyarakat yang mengalami gejala nyeri dada atau sesak napas agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Di beberapa rumah sakit seperti Mayapada Hospital, tersedia Chest Pain Unit yang beroperasi 24 jam untuk menangani keluhan dada mendadak. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada indikasi jantung, pasien tidak dikenakan biaya. Namun, jika ditemukan gangguan, pasien akan dirujuk ke dokter spesialis jantung untuk perawatan lanjutan.
Selain itu, rumah sakit tersebut juga memiliki Cardiac Emergency Service dengan layanan cepat tanggap melalui call center yang aktif 24 jam. Layanan ini didukung fasilitas Cath Lab (Catheterization Laboratory) dan tim dokter intervensi jantung berpengalaman untuk menangani serangan jantung dengan waktu respons kurang dari 90 menit.
Gaya hidup modern sering kali membuat masyarakat lebih bergantung pada makanan cepat saji, termasuk daging olahan. Padahal, konsumsi jangka panjang dapat meningkatkan beban kerja jantung. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan asupan antara makanan hewani dan nabati menjadi sangat penting.
Menurut World Health Organization (WHO), pola makan sehat yang menekankan konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 30 persen. Artinya, pencegahan lebih baik daripada pengobatan, dan perubahan pola makan sederhana bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan jantung.
Mengonsumsi daging merah secara bijak bukan berarti harus menghindarinya sepenuhnya. Tubuh tetap membutuhkan protein hewani, namun dalam porsi yang terukur. Dengan memperhatikan frekuensi, cara memasak, serta kombinasi makanan lain, daging merah bisa tetap menjadi bagian dari pola makan sehat.
Pola makan yang seimbang dan gaya hidup aktif seperti rutin berolahraga, cukup tidur, serta menghindari stres, juga berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...