Nyeri di Leher Bisa Jadi Sinyal Penyakit Jantung Serius

Nyeri leher bisa menjadi tanda penyakit jantung langka yang berisiko fatal jika tidak segera dikenali. (Foto: Halodoc)
Nyeri leher bisa menjadi tanda penyakit jantung langka yang berisiko fatal jika tidak segera dikenali. (Foto: Halodoc)

Nyeri leher bisa menjadi tanda penyakit jantung langka yang berisiko fatal jika tidak segera dikenali

Selama ini, nyeri dada dikenal sebagai gejala paling umum dari penyakit jantung. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa gangguan jantung juga dapat menimbulkan nyeri di area leher. Gejala ini tergolong jarang, tetapi berpotensi berbahaya jika tidak segera dikenali dan ditangani secara medis.

Salah satu kondisi jantung yang dapat memicu nyeri leher adalah spontaneous coronary artery dissection (SCAD). SCAD merupakan kondisi langka yang terjadi ketika lapisan dinding arteri koroner terlepas atau robek. Akibatnya, darah merembes ke antara lapisan arteri tersebut dan membentuk bekuan yang dapat menghambat aliran darah menuju jantung.

Jika penyumbatan ini semakin membesar, risiko serangan jantung pun meningkat. Hingga kini, para ahli masih belum mengetahui secara pasti penyebab terjadinya SCAD. Yang membuat kondisi ini semakin berbahaya, SCAD sering muncul secara tiba-tiba, bahkan pada individu tanpa faktor risiko penyakit jantung sebelumnya.

Menurut British Heart Foundation (BHF), SCAD tidak dapat diprediksi maupun dicegah dengan cara konvensional. β€œKondisi ini saat ini tidak dapat diprediksi maupun dicegah. Penting untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala SCAD agar dapat didiagnosis sedini mungkin,” kata British Heart Foundation.

Nyeri Leher dan Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai

Nyeri leher akibat SCAD memiliki karakteristik yang berbeda dengan nyeri otot biasa. Rasa tidak nyaman biasanya digambarkan seperti sesak atau tertekan, bukan sekadar pegal. Selain di leher, nyeri juga dapat menjalar ke beberapa bagian tubuh lain, seperti rahang, lengan, punggung, hingga perut.

Selain nyeri leher, terdapat sejumlah gejala lain yang sering menyertai kondisi ini. Beberapa di antaranya adalah nyeri dada yang datang tiba-tiba, rasa sesak pada lengan atau rahang, pusing atau sensasi melayang, mudah lelah, serta sesak napas. Pada sebagian kasus, penderita juga mengalami mual, berkeringat dingin, dan kulit terasa lembap.

Gejala-gejala tersebut kerap disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, kelelahan, atau stres. Padahal, kombinasi keluhan tersebut dapat menjadi sinyal adanya gangguan serius pada jantung. Karena sifat SCAD yang tidak terduga, banyak kasus baru teridentifikasi setelah terjadi kejadian medis berat, seperti serangan jantung.

SCAD tercatat lebih sering dialami oleh perempuan berusia 45 hingga 53 tahun, meski kondisi ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Fakta ini menunjukkan bahwa penyakit jantung tidak selalu berkaitan dengan pola hidup tidak sehat atau usia lanjut.

Pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan apakah keluhan yang dirasakan berkaitan dengan SCAD atau gangguan jantung lainnya. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk elektrokardiogram, tes darah, hingga pencitraan jantung untuk memastikan diagnosis.

Deteksi dini sangat berperan dalam menentukan keberhasilan penanganan. Dengan diagnosis yang tepat, dokter dapat menentukan strategi perawatan yang sesuai untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan nyeri leher yang muncul bersamaan dengan gejala lain yang mengarah pada gangguan jantung.

Memahami bahwa penyakit jantung tidak selalu menimbulkan nyeri dada dapat membantu meningkatkan kewaspadaan. Mengenali tanda-tanda awal, termasuk nyeri di leher, menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kondisi fatal yang dapat mengancam nyawa.

Referensi: DetikHealth

πŸ“š ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman πŸ‘‰ Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan β€” semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
πŸ“Œ Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

πŸ“± Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED