Tercekik Blokade AS, Warga Kuba Curhat Soal Listrik dan Krisis Pangan
Kuba tengah menghadapi krisis pangan dan energi yang semakin memburuk. Pemadaman listrik terjadi hampir setiap hari, bahkan di sejumlah wilayah...
Read more
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan apresiasi kepada Iran setelah pemerintah negara itu memastikan tidak ada demonstran yang dieksekusi mati. Pernyataan tersebut disampaikan Trump menyusul pembatalan rencana hukuman gantung terhadap ratusan orang yang sebelumnya ditangkap dalam penindakan keras terhadap aksi unjuk rasa.
Menurut Donald Trump, keputusan tersebut menjadi langkah penting di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap situasi hak asasi manusia di Iran. Melalui akun media sosial pribadinya, Trump menuliskan, “Saya sangat menghargai fakta bahwa semua eksekusi gantung yang dijadwalkan, yang seharusnya berlangsung kemarin (lebih dari 800 orang), telah dibatalkan oleh kepemimpinan Iran. Terima kasih!,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Sebelumnya, otoritas kehakiman Iran sempat memberi sinyal akan menggelar persidangan cepat dan menjatuhkan hukuman mati bagi mereka yang ditahan terkait unjuk rasa besar-besaran di berbagai wilayah. Berdasarkan pernyataan kepala otoritas kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni-Ejei, proses hukum tersebut disebut harus dilakukan secara cepat agar memiliki efek jera.
“Jika kita ingin melakukan suatu pekerjaan, kita harus melakukannya sekarang. Jika kita ingin melakukan sesuatu, kita harus melakukannya dengan cepat,” kata Gholamhossein Mohseni-Ejei, Kepala Otoritas Kehakiman Iran, dalam pernyataan video yang disiarkan televisi pemerintah.
Di tengah kekhawatiran internasional, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian memastikan bahwa tidak ada rencana eksekusi mati terhadap para demonstran. Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi saat wawancara dengan media televisi Amerika Serikat.
“Saya dapat memberi tahu Anda, saya yakin bahwa tidak ada rencana untuk hukuman gantung,” kata Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran. Ia juga menegaskan bahwa demonstrasi yang berlangsung selama sekitar 10 hari sebagian besar bersifat damai, meski sempat diwarnai kekerasan selama beberapa hari.
Menurut Abbas Araghchi, situasi saat ini telah kembali terkendali dan pemerintah tidak berencana melanjutkan hukuman mati terhadap para peserta aksi. Pernyataan ini sekaligus merespons tekanan dan peringatan yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump.
Gelombang unjuk rasa di Iran diketahui mulai merebak sejak bulan lalu, awalnya dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi. Seiring waktu, aksi tersebut berkembang menjadi gerakan yang lebih luas dan menantang pemerintahan teokratis yang telah berkuasa sejak Revolusi Iran 1979.
Beberapa hari terakhir, unjuk rasa tersebut dilaporkan diwarnai kerusuhan dan kekerasan. Seorang pejabat Iran yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sekitar 2.000 orang dilaporkan tewas selama rangkaian aksi berlangsung. Angka tersebut menambah sorotan internasional terhadap langkah pemerintah Iran dalam menangani demonstrasi.
Referensi: Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Konten lokal menunjukkan taringnya di platform Netflix Indonesia. Pada periode 2-8 Februari 2026, sebanyak tujuh dari sepuluh film terpopuler di...
Julian Alvarez kembali menunjukkan ketajamannya bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 atas...