Tercekik Blokade AS, Warga Kuba Curhat Soal Listrik dan Krisis Pangan
Kuba tengah menghadapi krisis pangan dan energi yang semakin memburuk. Pemadaman listrik terjadi hampir setiap hari, bahkan di sejumlah wilayah...
Read more
Rusia membantah tudingan yang menyebut negara itu sebagai ancaman bagi Greenland di tengah meningkatnya perhatian Amerika Serikat dan negara-negara NATO terhadap keamanan wilayah Arktik. Penolakan tersebut disampaikan Moskow sebagai respons atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menilai Greenland memiliki arti strategis bagi keamanan nasional Amerika.
Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, narasi ancaman Rusia terhadap Greenland merupakan mitos yang selama ini terus diulang oleh sejumlah negara Barat. “Mitos tentang ancaman Rusia yang gencar dipromosikan oleh Denmark serta anggota Uni Eropa dan NATO lainnya sangatlah munafik,” kata Maria Zakharova, Kementerian Luar Negeri Rusia.
Pernyataan tersebut juga menyinggung langkah negara-negara NATO yang mulai mengerahkan pasukan ke Greenland. Greenland sendiri merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Beberapa negara Eropa, termasuk Jerman, menyatakan pengerahan pasukan itu dilakukan untuk menghadapi potensi ancaman dari Rusia dan China.
Maria Zakharova menambahkan bahwa sebagian wilayah Denmark kini bahkan telah dimasukkan dalam kepentingan keamanan Amerika Serikat yang ditentukan secara sepihak oleh Washington. Pernyataan itu muncul seiring dengan sikap Trump yang belakangan kembali menyuarakan ambisinya untuk mengambil alih Greenland.
Trump sejak lama menilai pulau terbesar di dunia tersebut memiliki nilai strategis dan ekonomi yang tinggi, terutama karena kekayaan mineralnya serta posisinya di kawasan Arktik. Berdasarkan pernyataan Trump, Greenland dinilai penting untuk mencegah Rusia dan China memperluas pengaruh mereka di wilayah tersebut. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Trump bahkan telah memerintahkan militer AS untuk menyiapkan skenario pengamanan, termasuk opsi militer.
Di sisi lain, Denmark menyatakan akan memperkuat kehadiran militer NATO di Greenland secara lebih besar dan permanen. Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, menegaskan bahwa langkah tersebut direncanakan mulai 2026. “Ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa keamanan di Arktik bukan hanya untuk Kerajaan Denmark, tetapi untuk seluruh NATO,” kata Troels Lund Poulsen, Menteri Pertahanan Denmark.
Penguatan kehadiran militer NATO di Greenland juga dipandang sebagai pesan politik kepada Washington. Marc Jacobsen, profesor di Royal Danish Defence College, menilai langkah tersebut memiliki dua tujuan utama. Menurutnya, pengerahan pasukan dimaksudkan untuk menunjukkan kesiapan membela Greenland jika terjadi tindakan militer, sekaligus merespons kritik AS dengan meningkatkan pengawasan dan menjaga kedaulatan wilayah.
Ketegangan geopolitik di kawasan Arktik pun diperkirakan masih akan berlanjut, seiring dengan meningkatnya persaingan global dan kepentingan strategis negara-negara besar di wilayah tersebut.
Referensi: CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Konten lokal menunjukkan taringnya di platform Netflix Indonesia. Pada periode 2-8 Februari 2026, sebanyak tujuh dari sepuluh film terpopuler di...
Julian Alvarez kembali menunjukkan ketajamannya bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 atas...