Nasib Guru PPPK Parepare Belum Digaji Berbulan-bulan, Ini Penjelasannya
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...
Read more
Pencarian warga Kampung Langgai, Nagari Ganting Mudiak Utara Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, yang hilang selama tujuh hari berakhir duka. Isil, warga berusia 29 tahun, ditemukan meninggal dunia di Sungai Batang Surantih pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Penemuan dilakukan di kawasan Kampung Timbulun, Nagari Aur Duri Surantih.
Menurut Serka Syamsuripal, Babinsa Koramil 05/Batang Kapas Kodim 0311 Pesisir Selatan, jenazah pertama kali terlihat oleh warga yang melintas di sekitar aliran sungai. Ia menjelaskan bahwa kondisi tubuh korban sudah tidak utuh, diduga karena terlalu lama terbawa arus sungai yang deras.
“Jenazah ditemukan mengambang di aliran sungai oleh warga” kata Serka Syamsuripal, Babinsa Koramil 05/Batang Kapas.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu 30 November 2025. Berdasarkan keterangan keluarga, Isil pergi menjala ikan pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB di kawasan Air Sinduring, Dusun Duo Sakato. Namun hingga malam hari ia tidak kembali, sehingga keluarga melapor ke pihak kepolisian.
Kapolsek Sutera, Iptu Manatap Manik, membenarkan laporan hilangnya korban yang masuk pada Minggu siang pukul 12.10 WIB. Ia menyebut dugaan awal mengarah pada kemungkinan korban terseret arus saat menjala ikan.
“Warga menduga korban terseret arus karena kondisi sungai saat itu sangat deras” kata Iptu Manatap Manik, Kapolsek Sutera.
Setelah laporan diterima, tim gabungan dari Polsek Sutera, Babinsa, pemerintah nagari, serta warga setempat melakukan penyisiran intensif sepanjang aliran Sungai Batang Surantih. Wali Nagari Ganting Mudiak Utara Surantih, Zulhadi, turut mendampingi proses pencarian sejak awal.
Penemuan jenazah pada Minggu pagi mengonfirmasi bahwa korban terbawa arus cukup jauh dari lokasi hilang. Warga kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada aparat, sebelum jenazah dievakuasi oleh tim gabungan ke lokasi aman untuk proses identifikasi.
Pihak keluarga segera memastikan identitas korban meski kondisi tubuh tidak utuh. Keluarga menerima hasil identifikasi dan meminta agar jenazah segera dipulangkan untuk dimakamkan. Suasana haru menyelimuti proses evakuasi. Warga yang sebelumnya ikut mencari terlihat tidak mampu menahan kesedihan saat mengetahui kondisi korban.
Sejumlah warga juga terlihat membaca tahlil dan mendoakan almarhum. Masyarakat berharap kejadian serupa dapat dicegah, terutama pada musim hujan ketika debit air sungai meningkat dan arus menjadi lebih berbahaya.
Referensi:
AntaraNews Sumbar
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kisah menyentuh sekaligus mengejutkan viral di media sosial. Seorang pria harus menerima kenyataan pahit setelah memergoki kekasihnya bersama pria...
Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Setiabudi, Bandung, saat sebuah mobil box melaju kencang dan kehilangan kendali di tikungan. Insiden...