Bahaya Tersembunyi Makan Ikan Asin Terlalu Sering untuk Kesehatan Tubuh
Ikan asin menjadi salah satu lauk favorit banyak orang Indonesia. Rasanya yang gurih dan aromanya yang khas sering kali membuat...
Read more![penyakit-jantung[1]](https://www.trenmedia.co.id/wp-content/uploads/2026/02/penyakit-jantung1.jpg)
Pria diketahui memiliki risiko serangan jantung yang lebih tinggi dibandingkan wanita, terutama pada usia yang relatif lebih muda. Fakta ini diperkuat oleh sebuah studi jangka panjang yang meneliti ribuan orang dewasa selama beberapa dekade.
Berdasarkan data dari Northwestern University, pria mulai mengembangkan penyakit jantung koroner beberapa tahun lebih awal dibandingkan wanita. Perbedaan risiko ini bahkan sudah terlihat sejak pertengahan usia 30-an.
Penelitian tersebut diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association dan melibatkan lebih dari 5.000 orang dewasa berusia 18 hingga 30 tahun pada awal penelitian. Para peserta kemudian diikuti sejak era 1980-an hingga 2020 untuk memantau perkembangan kesehatan jantung mereka.
Hasilnya cukup mencolok. Pria mengalami kejadian penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, gagal jantung, dan stroke, sekitar 5 persen pada usia 50 tahun. Sementara itu, wanita baru mencapai angka kejadian yang sama pada kisaran usia 57 tahun.
Menurut Alexa Freedman, penulis senior studi tersebut, temuan ini menunjukkan perlunya perhatian lebih pada kesehatan jantung pria sejak usia muda. “Temuan kami menyoroti pentingnya mempromosikan pemeriksaan dan pencegahan kesehatan jantung pada usia dewasa muda, terutama untuk pria muda,” kata Alexa Freedman dari Northwestern University.
Salah satu faktor utama yang menyebabkan perbedaan ini adalah penyakit jantung koroner, yaitu kondisi ketika pembuluh darah yang memasok otot jantung menyempit atau tersumbat. Penyempitan ini biasanya dipicu oleh penumpukan plak akibat kolesterol dan peradangan dalam jangka panjang.
Dalam penelitian tersebut, risiko pria mulai meningkat lebih cepat sekitar usia 35 tahun dan tetap tinggi sepanjang usia paruh baya. Semua peserta penelitian masih berusia di bawah 65 tahun pada tindak lanjut terakhir, sehingga gambaran yang diperoleh benar-benar mencerminkan risiko pada usia produktif.
Selama ini, pedoman medis umumnya merekomendasikan penilaian risiko kardiovaskular dimulai sekitar usia 40 tahun. Namun, berdasarkan temuan terbaru ini, pendekatan tersebut dinilai berpotensi melewatkan momen penting untuk melakukan pencegahan lebih dini pada pria.
Para peneliti menekankan bahwa evaluasi risiko penyakit jantung tidak cukup hanya melihat indikator umum seperti kadar kolesterol atau tekanan darah. Menurut mereka, perlu mempertimbangkan spektrum faktor biologis dan sosial yang lebih luas, termasuk gaya hidup, stres, kebiasaan merokok, pola makan, hingga akses terhadap layanan kesehatan.
Seorang ahli jantung dan direktur kardiologi klinis di National Jewish Health di Denver juga menyampaikan bahwa pria memang secara historis cenderung menunjukkan gejala lebih awal dan memiliki angka kematian lebih tinggi akibat serangan jantung dan stroke dibandingkan wanita. Hal ini memperkuat pentingnya pendekatan pencegahan yang lebih proaktif pada kelompok pria usia muda.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa pencegahan penyakit jantung tidak boleh ditunda. Jika risiko sudah mulai meningkat sejak usia 30-an, maka edukasi dan skrining kesehatan jantung seharusnya dimulai lebih awal, khususnya bagi pria.
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
Rutin memeriksa tekanan darah dan kadar kolesterol
Menjaga berat badan ideal
Mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula
Berhenti merokok
Berolahraga secara teratur minimal 150 menit per minggu
Mengelola stres dengan baik
Selain itu, pemahaman bahwa gejala serangan jantung pada pria bisa muncul lebih dini juga perlu disosialisasikan secara luas. Gejala umum seperti nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, hingga nyeri menjalar ke lengan atau rahang tidak boleh diabaikan.
Dengan meningkatnya kesadaran dan deteksi dini, peluang untuk mencegah komplikasi serius akibat penyakit kardiovaskular akan jauh lebih besar. Para peneliti berharap hasil studi ini dapat menjadi dasar untuk memperbarui pedoman skrining serta mendorong kampanye kesehatan jantung yang lebih menyasar pria usia muda.
Referensi:
DetikHealth
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook digelar pada Selasa (14/4/2026) di Pengadilan Tipikor Jakarta dan menjadi perhatian publik. Dalam persidangan...
Kebijakan baru terkait perpanjangan STNK tanpa KTP pemilik asli kini resmi berlaku secara nasional. Aturan ini merupakan terobosan yang awalnya...