Serangan Teror Asia Selatan Picu Alarm Stabilitas Kawasan
Serangkaian serangan teror di Asia Selatan kembali memunculkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas kawasan. Insiden yang terjadi di Sri Lanka dan...
Read more
Amerika Serikat kembali meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk tambahan. USS George H W Bush kini resmi beroperasi di wilayah tersebut dan menjadi kapal induk ketiga milik AS yang berada di kawasan itu.
Menurut Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM, kedatangan kapal induk ini diumumkan pada 23 April waktu setempat. Dalam pernyataannya melalui media sosial, CENTCOM menyebut kapal tersebut berlayar di Samudra Hindia sebagai bagian dari wilayah tanggung jawab operasional mereka.
Kapal induk kelas Nimitz ini berangkat dari Pangkalan Angkatan Laut Norfolk di Virginia pada akhir Maret. Setelah menempuh perjalanan panjang melalui Tanjung Harapan, kapal tersebut akhirnya tiba di kawasan Timur Tengah.
Seperti kapal induk lainnya, USS George H W Bush tidak beroperasi sendirian. Kapal ini didampingi oleh sejumlah kapal perang pendukung, termasuk kapal perusak USS Mahan dan USS Winston S Churchill.
Dengan bergabungnya USS George H W Bush, kini terdapat tiga kapal induk Amerika Serikat yang aktif di Timur Tengah. Kapal induk lainnya adalah USS Gerald R Ford yang beroperasi di Laut Merah dan USS Abraham Lincoln yang berada di Laut Arab bagian utara.
Menurut CENTCOM, USS Gerald R Ford sebelumnya sempat menjalani perbaikan setelah insiden kebakaran pada Maret lalu, namun kini telah kembali beroperasi secara normal.
Pengerahan kapal induk tambahan ini terjadi di tengah situasi gencatan senjata yang telah berlangsung lebih dari dua minggu terkait konflik dengan Iran. Gencatan tersebut sebelumnya menghentikan serangan udara yang terjadi sejak akhir Februari.
Namun, kondisi di kawasan masih belum stabil. Negosiasi lanjutan antara pihak-pihak terkait dilaporkan mengalami kebuntuan, sehingga kehadiran militer AS tetap dipertahankan dalam jumlah besar.
Selain itu, Amerika Serikat juga telah mengumumkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran sejak 13 April. Berdasarkan data dari CENTCOM, sedikitnya 33 kapal komersial telah diperintahkan untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan asal sejak kebijakan tersebut diberlakukan.
Langkah ini menandai peningkatan tekanan terhadap Iran, sekaligus menunjukkan konsentrasi kekuatan angkatan laut AS yang signifikan di kawasan Timur Tengah.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Platform media sosial Threads kembali menghadirkan inovasi baru melalui fitur Live Chats, yang memungkinkan pengguna berinteraksi secara langsung dalam sebuah...
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, generasi Z atau Gen Z di Indonesia ternyata masih sangat mengandalkan Google Search...