Kontroversi Gencatan Senjata Sepihak AS Iran Ini Aturan dan Faktanya
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan perpanjangan gencatan senjata secara...
Read more
Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan Israel ke Lebanon berlangsung selama puluhan hari dan menimbulkan dampak besar bagi warga sipil. Dalam kurun waktu sekitar 45 hari, ribuan orang dilaporkan tewas dan puluhan ribu rumah mengalami kerusakan hingga hancur.
Berdasarkan data dari Dewan Nasional untuk Penelitian Ilmiah Lebanon, serangan tersebut menyebabkan kerusakan yang sangat luas pada permukiman warga. Kepala lembaga tersebut, Chadi Abdallah, mengungkapkan bahwa jumlah rumah yang terdampak mencapai puluhan ribu unit.
“Dalam waktu sekitar 45 hari, kami mencatat 21.700 unit rumah hancur dan 40.500 unit rumah rusak,” kata Chadi Abdallah dalam konferensi pers.
Jumlah tersebut menunjukkan betapa besar dampak konflik terhadap kehidupan masyarakat sipil. Tidak hanya tempat tinggal, berbagai fasilitas umum juga ikut terdampak akibat serangan yang terus berlangsung.
Meski sempat diberlakukan gencatan senjata, serangan tetap terjadi dan menambah jumlah kerusakan. Menurut Chadi Abdallah, dalam tiga hari pertama masa gencatan senjata saja, ratusan rumah kembali hancur.
“CNRS juga memperkirakan bahwa 428 unit rumah hancur dan 50 rusak selama tiga hari pertama gencatan senjata,” ujarnya.
Selain merusak permukiman, serangan juga berdampak pada sektor lain seperti lingkungan dan pertanian. Menteri Lingkungan Hidup Lebanon, Tamara Zein, menjelaskan bahwa serangan tidak hanya menyasar wilayah pemukiman, tetapi juga menghancurkan infrastruktur sipil dan area hijau.
Menurut Tamara Zein, dampak serangan tersebut meluas hingga ke lahan pertanian dan kawasan hutan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Hal ini memperparah kondisi ekonomi dan sosial warga yang terdampak.
Di sisi lain, konflik ini juga memicu krisis kemanusiaan yang serius. Berdasarkan data dari otoritas setempat, lebih dari 2.400 orang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut. Mayoritas korban merupakan warga sipil yang terdampak langsung oleh konflik.
Tidak hanya itu, gelombang pengungsian juga terus meningkat. Lebih dari satu juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak pertempuran kembali pecah antara Israel dan kelompok Hizbullah pada awal Maret 2026.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa konflik yang berlangsung tidak hanya berdampak pada aspek militer, tetapi juga membawa konsekuensi besar terhadap kehidupan masyarakat sipil, mulai dari kehilangan tempat tinggal hingga terganggunya akses terhadap kebutuhan dasar.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Peran ayah dalam kehidupan anak, khususnya anak perempuan, kerap kali kurang mendapat perhatian. Padahal, keterlibatan ayah terbukti memiliki dampak besar...
Wacana pemberian insentif untuk sepeda motor listrik kembali mencuat di tengah perubahan kebijakan kendaraan listrik di Indonesia. Meski sebelumnya pemerintah...