BPJS Tegaskan Aturan Beli Obat di Luar Rumah Sakit, Ini Ketentuannya
Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui ketentuan terkait pembelian obat ketika menjalani perawatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama...
Read more
Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Metro Jaya bersama Seksi Propam Polres Metro Jakarta Pusat mengusut tindakan seorang anggota Bhabinkamtibmas yang menuding tukang es gabus menjual produk berbahan spons. Anggota tersebut diketahui bernama Aiptu Ikhwan Mulyadi, bertugas di Kelurahan Kampung Rawa, Jakarta Pusat.
Pengusutan dilakukan untuk mendalami ada tidaknya pelanggaran prosedur dalam tindakan pengamanan terhadap Sudrajat, seorang pedagang es gabus di kawasan Kemayoran. Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E. P. Hutagalung, pemeriksaan tengah berlangsung di tingkat Polres dan Polda.
“Saat ini dalam proses pemeriksaan, baik dari Propam Polres dan Polda,” kata Kombes Reynold E. P. Hutagalung, Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra. Menurutnya, Propam telah melakukan penyelidikan awal terkait dugaan pelanggaran anggota, namun belum ada keputusan mengenai sanksi yang akan dijatuhkan.
“Propam sudah melakukan tindakan penyelidikan. Terkait tindak lanjut proses atau sanksi, belum bisa kami sampaikan,” kata AKBP Roby Heri Saputra, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat.
Kasus ini mencuat setelah beredar video viral yang memperlihatkan seorang pria berseragam polisi bersama anggota TNI mengamankan tukang es gabus. Dalam video tersebut, polisi menuding es kue yang dijual terbuat dari bahan spons atau busa dan berpotensi membahayakan konsumen.
Menindaklanjuti video tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat langsung melakukan penyelidikan dan pengujian sampel es gabus. Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya, seluruh sampel es gabus, agar-agar, dan cokelat meses dinyatakan aman dan layak dikonsumsi.
Berdasarkan data dari Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya, tidak ditemukan unsur bahan berbahaya dalam produk yang dijual Sudrajat. Hasil uji laboratorium memastikan bahwa tudingan penggunaan spons tidak terbukti secara ilmiah.
Pasca kejadian, Aiptu Ikhwan Mulyadi bersama Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Heri Purnomo telah menyampaikan permintaan maaf. Ikhwan menjelaskan bahwa tindakannya merupakan respons cepat atas laporan warga yang khawatir terhadap peredaran makanan berbahaya.
“Namun kami menyadari telah menyimpulkan terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang,” kata Aiptu Ikhwan Mulyadi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa.
Ia menegaskan bahwa ke depan, klarifikasi dan verifikasi akan dilakukan terlebih dahulu sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan.
Referensi:
CNNIndonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Bistik daging sapi Jawa merupakan salah satu hidangan rumahan yang menawarkan perpaduan rasa manis, gurih, dan aroma rempah yang menggugah...
Telur rebus menjadi salah satu pilihan lauk yang praktis untuk menu makan sehari-hari. Selain mudah didapatkan, telur ayam juga bisa...