Kesaksian WNI Saat Gempa Besar di Jepang Guncangan Terasa Lama dan Kuat
Gempa kuat mengguncang wilayah timur laut Jepang dan memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah pesisir. Otoritas setempat sempat mengeluarkan perintah...
Read more
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat jelang berakhirnya gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. Pemerintah Iran menegaskan siap mengambil langkah militer jika kesepakatan damai tidak diperpanjang.
Ketua parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf, menyatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC telah bersiap untuk melancarkan serangan terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Menurut Ghalibaf, Iran juga menolak melanjutkan perundingan damai putaran berikutnya karena menilai Presiden Donald Trump tidak memiliki itikad baik dalam negosiasi.
“Kami tidak menerima perundingan di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua pekan terakhir kami telah bersiap mengungkap kartu-kartu baru di medan perang,” kata Ghalibaf.
Ia menilai pemerintah Amerika Serikat menggunakan forum negosiasi hanya untuk memenuhi kepentingan sepihak, bukan mencari solusi damai.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang mulai berlaku pada 8 April. Kedua negara juga telah melakukan pertemuan awal di Islamabad, Pakistan, untuk membahas kelanjutan kesepakatan tersebut.
Namun, menurut pernyataan resmi Iran, pembicaraan tersebut berakhir tanpa hasil. Rencana negosiasi lanjutan pun akhirnya ditolak oleh pihak Teheran.
Ghalibaf juga menuding Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan dengan melakukan blokade di Selat Hormuz serta menyerang kapal-kapal Iran.
“Trump berusaha mengubah meja perundingan menjadi alat untuk penyerahan diri atau pembenaran untuk kembali memicu perang,” ujarnya.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengakui peluang perpanjangan gencatan senjata sangat kecil. Ia bahkan memperkirakan konflik bisa kembali memanas jika tidak tercapai kesepakatan baru.
Konflik antara kedua negara memang telah berlangsung intens dalam beberapa bulan terakhir. Sejak akhir Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran.
Situasi semakin kompleks karena kedua pihak juga melakukan blokade di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.
Selain itu, konflik ini telah menimbulkan dampak besar di tingkat regional, termasuk meningkatnya risiko gangguan stabilitas kawasan dan jalur distribusi energi global.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan hingga batas akhir gencatan. Jika tidak ada kesepakatan baru, maka opsi militer disebut akan menjadi langkah berikutnya.
Referensi:
CNNIndonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi Apple. Setelah hampir 15 tahun menjabat sebagai Chief Executive Officer, Tim Cook resmi mengumumkan...
Infinix kembali meramaikan pasar smartphone gaming di Indonesia dengan menghadirkan Infinix GT 50 Pro. Perangkat ini dijadwalkan resmi meluncur pada...