Trump Ungkap Opsi Keras atau Damai dalam Konflik AS dan Iran
Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat memiliki dua opsi utama dalam menghadapi konflik dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan setelah...
Read more
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta Donald Trump untuk memberikan tekanan yang lebih kuat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin guna mengakhiri perang di Ukraina. Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di NBC, Zelensky menilai Putin sebagai sosok yang lebih kuat dibanding kelompok Hamas.
Menurut laporan yang dikutip dari keterangan resmi Al Arabiya pada Senin (20/10/2025), pernyataan itu disampaikan Zelensky dalam acara “Meet the Press” di NBC pada Minggu (19/10) waktu setempat. Saat ditanya apakah Trump perlu bersikap lebih keras terhadap Putin setelah sukses mempelopori gencatan senjata di Gaza, Zelensky menjawab tegas.
“Ya, dan bahkan lebih keras lagi karena Putin memang mirip, tetapi lebih kuat daripada Hamas,” kata Zelensky dalam wawancara tersebut. Ia menambahkan, “Dan itulah mengapa ada lebih banyak tekanan.”
Wawancara ini dilakukan tak lama setelah Zelensky kembali dari kunjungan ke Washington D.C., di mana ia gagal memperoleh persetujuan pengiriman rudal jarak jauh Tomahawk yang telah ia minta selama beberapa minggu.
Berdasarkan laporan dari tim diplomatik Ukraina, Zelensky sempat bertemu dengan Trump di Gedung Putih. Ia berharap dapat memanfaatkan ketegangan yang meningkat antara Trump dan Putin, terutama setelah pertemuan puncak di Alaska tidak menghasilkan kesepakatan damai yang konkret.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Trump justru mengarahkan fokusnya pada inisiatif diplomatik baru yang terinspirasi dari kesepakatan damai di Gaza yang tercapai pekan sebelumnya.
Dalam wawancara itu, Zelensky juga menekankan pentingnya kehadiran Ukraina dalam perundingan yang akan datang antara Trump dan Putin. Ia menyebut pembicaraan yang direncanakan di Budapest itu tidak boleh berlangsung tanpa keterlibatan langsung Ukraina.
Menurut Zelensky, setiap rencana perdamaian yang membahas masa depan Ukraina harus melibatkan negaranya secara aktif, bukan sekadar menjadi pihak yang dibicarakan.
“Saya harus diikutsertakan dalam rencana perundingan itu,” ujarnya menegaskan.
Pernyataan ini menegaskan posisi Ukraina yang tidak ingin ditinggalkan dalam proses diplomasi global yang berkaitan dengan konflik Rusia-Ukraina. Zelensky berharap AS dan sekutunya tetap menunjukkan komitmen kuat terhadap kedaulatan dan keamanan Ukraina di tengah tekanan geopolitik yang terus berkembang.
Referensi:
Detik News
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Peristiwa tragis terjadi di wilayah Karawang, Jawa Barat, ketika seorang pria berinisial C berusia 32 tahun meninggal dunia setelah lehernya...
Kabar penting bagi pemilik Surat Izin Mengemudi atau Surat Izin Mengemudi yang masa berlakunya baru saja habis. Dalam kondisi tertentu,...