Konten
Komdigi Tunda Sistem IGRS Ini Alasan dan Temuan Utamanya

Komdigi hentikan sementara IGRS setelah temuan kebocoran data dan masalah rating gim
Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi memutuskan untuk menunda sementara penerapan sistem rating gim Indonesia Game Rating System atau IGRS. Kebijakan ini diambil setelah tim khusus menemukan sejumlah persoalan dalam implementasi sistem tersebut, termasuk dugaan kebocoran data dan ketidaksesuaian klasifikasi usia.
Menurut Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, penundaan ini bersifat sementara dan bertujuan untuk memastikan sistem dapat diperbaiki secara menyeluruh.
“Saya tegaskan sekali lagi, penundaan ini sifatnya hanya sementara,” kata Sonny.
Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut diperlukan agar sistem IGRS ke depan dapat berjalan lebih kuat, kredibel, dan transparan. Selain itu, kepercayaan masyarakat dan pelaku industri juga menjadi perhatian utama pemerintah.
“Langkah ini kami ambil untuk memastikan bahwa ke depannya sistem IGRS bisa berjalan jauh lebih kuat, lebih kredibel dan transparan, dan yang paling penting dapat dipercaya,” ujarnya.
Tim khusus yang dibentuk Komdigi saat ini tengah melakukan investigasi mendalam terhadap berbagai aspek, mulai dari sistem teknis, proses operasional, hingga tata kelola.
Temuan Masalah Rating dan Dugaan Kebocoran Data
Penundaan ini bermula dari temuan adanya gim yang beredar tanpa klasifikasi usia sesuai ketentuan IGRS. Dalam tahap awal, pemerintah menilai persoalan ini masih berkaitan dengan aspek kepatuhan konten.
Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, masalah berkembang lebih luas. Komdigi menemukan adanya penggunaan label rating yang tidak melalui proses verifikasi resmi.
Salah satu platform distribusi gim digital, yaitu Steam, disebut menampilkan label rating secara tidak resmi. Label tersebut berasal dari mekanisme internal platform atau self declare, bukan dari sistem verifikasi IGRS.
Hal ini dinilai berpotensi menyesatkan dan melanggar regulasi yang berlaku di Indonesia, termasuk Undang Undang ITE hasil revisi, serta peraturan terkait lainnya.
Selain itu, Komdigi juga menyoroti adanya dugaan kebocoran data dalam sistem IGRS. Kebocoran ini diduga berasal dari celah keamanan yang memungkinkan materi privat dalam proses klasifikasi gim dapat diakses publik.
Dalam laporan yang dihimpun, bahkan muncul cuplikan gameplay dari beberapa gim besar yang belum dirilis, seperti 007: First Light dan Echoes of Aincrad milik Bandai Namco.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut perlindungan data dan kerahasiaan konten industri gim.
Komdigi menyatakan bahwa investigasi dilakukan secara objektif dan menyeluruh sebelum mengambil kebijakan lanjutan. Dalam proses ini, pemerintah juga menghimpun masukan dari berbagai pihak, termasuk asosiasi industri gim dan masyarakat sejak awal April 2026.
Langkah evaluasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem IGRS agar lebih aman, akurat, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Referensi:
Bloomberg Technoz
📚 ️Baca Juga Seputar Game
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Game Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia game — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
BERITATERBARU
WhatsApp Hentikan Dukungan Android Lawas, Cek HP yang Mulai Tak Kompatibel
Pengguna HP Android lawas perlu mulai mengecek versi sistem operasi yang digunakan. WhatsApp telah memperbarui persyaratan minimum perangkat, sehingga sejumlah...
Mengapa Gen Z Kini Enggan Mengucap Halo Saat Angkat Telepon? Ini Penjelasannya
Kebiasaan menjawab telepon ternyata mengalami perubahan di kalangan generasi muda. Jika dulu kata "halo" hampir selalu menjadi sapaan pertama saat...
















