Tiga Kapal Induk AS Kini Beroperasi di Timur Tengah, Situasi Makin Tegang
Amerika Serikat kembali meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk tambahan. USS George H W Bush...
Read more
Serangkaian serangan teror di Asia Selatan kembali memunculkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas kawasan. Insiden yang terjadi di Sri Lanka dan India dinilai memiliki pola serupa dan menunjukkan adanya ancaman terorisme lintas negara yang semakin kompleks.
Berdasarkan laporan dari sumber, dua peristiwa yang menjadi perhatian adalah serangan bom Paskah 2019 di Sri Lanka yang menewaskan 269 orang, serta serangan di Lembah Baisaran, Pahalgam, India, pada April 2025 yang menewaskan 26 warga sipil.
Menurut Hansa Rathnayaka, akademisi asal Sri Lanka, kedua serangan tersebut memiliki kesamaan dalam pola dan target. “Kedua peristiwa tersebut memiliki pola serupa, yakni serangan yang menargetkan warga sipil dan berdampak luas terhadap stabilitas sosial serta sektor pariwisata,” kata Hansa Rathnayaka.
Ia menjelaskan bahwa serangan di wilayah Pahalgam diduga melibatkan kelompok bersenjata The Resistance Front yang disebut memiliki keterkaitan dengan Lashkar e Taiba. Kelompok ini juga telah diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat.
Menurut Rathnayaka, serangan tersebut terjadi pada saat aktivitas pariwisata di wilayah Jammu dan Kashmir tengah meningkat. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa serangan tersebut bertujuan mengganggu stabilitas ekonomi dan sosial di kawasan tersebut.
Selain menyoroti kasus di Sri Lanka dan India, Rathnayaka juga mengungkap adanya perubahan signifikan dalam metode operasional kelompok ekstremis. Berdasarkan data dari Global Terrorism Index 2026, Pakistan termasuk negara yang terdampak signifikan oleh terorisme.
Sementara itu, laporan dari Congressional Research Service Amerika Serikat menyebut negara tersebut sebagai salah satu basis kelompok ekstremis yang telah lama beroperasi di kawasan.
Menurut Rathnayaka, kelompok-kelompok ini kini memanfaatkan teknologi digital dan sistem keuangan berbasis kripto untuk mendukung aktivitas mereka. “Metode operasional kelompok kelompok ini semakin berkembang, termasuk penggunaan teknologi digital dan sistem keuangan berbasis kripto untuk mendukung aktivitas mereka,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa terjadi perubahan struktur dalam organisasi kelompok ekstremis, termasuk pembentukan unit khusus dan perluasan aktivitas hingga ke sektor maritim.
Lebih lanjut, Rathnayaka menilai bahwa pola serangan di Asia Selatan menunjukkan ancaman yang tidak lagi terbatas pada satu negara. “Peristiwa peristiwa ini menunjukkan bahwa ancaman terorisme tidak terbatas pada satu negara, tetapi memiliki dimensi regional dan global,” ucapnya.
Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk mengatasi ancaman terorisme yang semakin kompleks, sekaligus menjaga keamanan warga sipil dan stabilitas kawasan.
Referensi:
CNNIndonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Platform media sosial Threads kembali menghadirkan inovasi baru melalui fitur Live Chats, yang memungkinkan pengguna berinteraksi secara langsung dalam sebuah...
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, generasi Z atau Gen Z di Indonesia ternyata masih sangat mengandalkan Google Search...