Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil yang Perlu Diketahui Sejak Awal Kehamilan
Konsumsi air kelapa selama masa kehamilan sering menjadi pilihan alami untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima. Minuman ini dikenal menyegarkan...
Read more
Menjaga kebersihan telinga sering dianggap sebagai bagian penting dari rutinitas perawatan diri. Namun, tidak sedikit orang yang masih keliru dalam melakukannya. Alih-alih membuat telinga bersih, kebiasaan yang salah justru bisa memicu berbagai masalah kesehatan.
Berdasarkan data dari National Library of Medicine, praktik membersihkan telinga sendiri cukup umum dilakukan. Sebagian besar orang menggunakan cotton bud sebagai alat utama. Namun, tidak sedikit dari mereka yang mengaku pernah mengalami cedera saat membersihkan telinga.
Padahal, secara alami telinga memiliki mekanisme pembersihan sendiri. Kulit di dalam saluran telinga akan terus berganti dan bergerak keluar secara perlahan, membawa kotoran telinga atau serumen ke bagian luar. Proses ini memungkinkan telinga tetap bersih tanpa perlu dikorek terlalu dalam.
Kebiasaan menggunakan cotton bud atau benda lain justru berisiko mendorong kotoran masuk lebih dalam. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan serumen di dalam telinga yang dikenal sebagai cerumen impaction.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti:
Jika tidak ditangani, penumpukan kotoran telinga juga dapat memicu infeksi telinga luar atau otitis externa. Selain itu, kondisi ini dapat menyulitkan dokter dalam memeriksa bagian dalam telinga.
Menurut American Medical Association, penggunaan cairan seperti peroxide atau obat tetes telinga memang dapat membantu melonggarkan kotoran. Namun, penggunaannya tidak boleh sembarangan.
Cairan tersebut tidak disarankan bagi orang dengan kondisi tertentu, seperti telinga kering, pernah menjalani operasi telinga, atau memiliki lubang pada gendang telinga. Jika digunakan tanpa pengawasan, justru dapat memperparah kondisi.
Selain memperhatikan kebersihan, menjaga kesehatan telinga juga berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari. Paparan suara bising berlebihan misalnya, dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran.
Beberapa langkah sederhana yang disarankan antara lain:
Dengan memahami cara kerja alami telinga, masyarakat diharapkan tidak lagi berlebihan dalam membersihkannya. Dalam banyak kasus, telinga justru lebih sehat ketika dibiarkan menjalankan mekanisme pembersihan alaminya.
Yang perlu diwaspadai adalah ketika muncul tanda-tanda penumpukan kotoran atau gangguan pada telinga. Pada kondisi tersebut, pemeriksaan oleh tenaga medis menjadi langkah terbaik.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Peristiwa tragis terjadi di wilayah Karawang, Jawa Barat, ketika seorang pria berinisial C berusia 32 tahun meninggal dunia setelah lehernya...
Kabar penting bagi pemilik Surat Izin Mengemudi atau Surat Izin Mengemudi yang masa berlakunya baru saja habis. Dalam kondisi tertentu,...