Minuman Manis Tanpa Rasa Kenyang Waspadai Ancaman Liquid Calories
Kesadaran masyarakat terhadap kandungan gula dalam makanan dan minuman mulai meningkat, terutama sejak hadirnya label Nutri Level pada kemasan pangan...
Read more
Perubahan usia tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi pola tidur. Banyak orang mulai merasakan bahwa semakin bertambah usia, semakin sulit mendapatkan tidur yang nyenyak. Kondisi ini ternyata bukan hal yang aneh, melainkan bagian dari proses alami tubuh.
Tidur sendiri memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan. Selain membantu pemulihan tubuh dari kelelahan, tidur juga berfungsi memperbaiki sel dan menjaga keseimbangan mental. Namun, pola tidur memang cenderung berubah seiring waktu.
Menurut psikiater Greg Mahr, perubahan ini merupakan hal yang wajar. “Memahami bahwa ini adalah perubahan alami dan belajar untuk menghargai tidur Anda adalah langkah besar menuju tidur malam yang lebih nyenyak,” kata Greg Mahr.
Berdasarkan data dari Harvard Medical School, kebutuhan tidur manusia berubah sepanjang hidup. Bayi membutuhkan waktu tidur hingga 16-20 jam per hari. Angka ini menurun menjadi sekitar 11-12 jam saat usia anak-anak.
Memasuki remaja, durasi tidur rata-rata menjadi sekitar 9 jam. Sementara itu, orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 8 jam tidur setiap malam. Namun, pada usia lanjut, meskipun kebutuhan tidur tetap sekitar 8 jam, banyak orang kesulitan mendapatkannya secara utuh.
Perubahan ini terjadi karena fase tidur nyenyak dan periode REM semakin berkurang. Padahal, fase REM sangat penting untuk kualitas istirahat.
Selain faktor alami, ada beberapa kondisi yang membuat kualitas tidur semakin menurun di usia dewasa dan lanjut.
1. Pengaruh obat-obatan
Beberapa jenis obat seperti obat penenang, pil tidur, hingga antidepresan dapat memengaruhi pola tidur. Efeknya bisa membuat seseorang terlalu mengantuk atau justru sulit tidur.
2. Gangguan pernapasan saat tidur
Kondisi seperti obstructive sleep apnea (OSA) sering terjadi pada usia lanjut. Gangguan ini terjadi ketika saluran napas terganggu akibat jaringan di leher mengendur. Salah satu tandanya adalah mendengkur, yang dapat mengganggu siklus tidur.
3. Perubahan kondisi tubuh
Masalah kesehatan seperti gangguan kandung kemih atau prostat membuat seseorang lebih sering terbangun di malam hari untuk ke toilet. Hal ini otomatis mengganggu kontinuitas tidur.
4. Stres dan kecemasan
Tekanan hidup, kekhawatiran terhadap kesehatan, hingga beban pikiran dapat membuat seseorang sulit tidur. Menurut berbagai kajian, stres menjadi salah satu faktor utama gangguan tidur pada orang dewasa.
5. Rasa frustrasi karena tidak bisa tidur
Saat seseorang tidak kunjung tidur, sering kali muncul kebiasaan melihat jam atau terus memikirkan kondisi tersebut. Tanpa disadari, hal ini memperburuk situasi dan membuat tidur semakin sulit.
Perubahan pola tidur seiring bertambahnya usia memang tidak bisa dihindari. Namun, memahami penyebabnya bisa menjadi langkah awal untuk menjaga kualitas istirahat tetap optimal di berbagai fase kehidupan.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉
Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah toko frozen food di kawasan Legok mengalami kerugian besar setelah kepercayaan pemilik toko dimanfaatkan oleh pelanggan lama yang ternyata...
Perubahan usia tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi pola tidur. Banyak orang mulai merasakan bahwa semakin bertambah...