Samosa Ayam Gurih Berempah, Camilan Renyah yang Selalu Bikin Nambah
Ada jenis camilan yang sekali digigit langsung membawa kita ke suasana santai sore hari. Entah itu momen nongkrong bareng keluarga,...
Read more
Rendang sudah lama dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Indonesia yang mendunia. Hidangan ini bahkan dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia oleh berbagai media internasional. Bumbu rendang yang pekat, kaya rempah, serta proses memasak yang memakan waktu panjang menjadikan cita rasanya istimewa dan sulit ditandingi.
Namun, di balik popularitas rendang daging sapi yang sudah mendunia, masyarakat Minangkabau juga punya variasi rendang lain yang tidak kalah menggoda, salah satunya adalah rendang pakis. Jika biasanya rendang diolah dengan potongan daging sapi, kali ini yang menjadi bahan utama adalah daun pakis muda.
Daun pakis yang segar dan masih muda memiliki tekstur lembut sekaligus kenyal. Saat dimasak dengan santan kental dan bumbu rempah, hasilnya adalah perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar yang unik. Untuk memperkaya cita rasa, rendang pakis sering dipadukan dengan potongan ikan atau ayam tanpa tulang.
Hidangan ini bukan hanya sekadar makanan sehari-hari, tetapi juga bagian dari kearifan lokal Minang dalam mengolah bahan alam sekitar. Daun pakis yang tumbuh subur di pedesaan Sumatra Barat diangkat menjadi santapan istimewa dengan sentuhan bumbu warisan nenek moyang.
Rendang pakis, meski sederhana, tetap membawa filosofi yang sama. Meski bahan utamanya bukan daging sapi, sajian ini tetap dimasak dengan cara yang telaten, menggunakan santan kental dan bumbu kaya rempah. Tidak mengherankan jika rendang pakis sering menjadi pilihan dalam berbagai acara keluarga, kenduri, atau sekadar pelengkap menu sehari-hari.
Untuk membuat rendang pakis Padang asli, bahan-bahannya cukup mudah ditemukan. Berikut daftar lengkapnya:
Bahan Utama:
Pakis segar 10β15 ikat (ambil daun yang masih muda)
Kelapa parut 3β4 butir
4 lembar daun jeruk
1 lembar daun kunyit (ikat)
2 batang serai (dimemarkan)
3 buah asam kandis
2 sdt garam
100 gr kelapa sangrai, digiling halus
1 sdm bumbu rempah siap pakai atau penyedap rasa
ΒΌ kg ikan atau ayam tanpa tulang, dipotong dadu
Bumbu Halus:
250 gr cabai merah
20 gr lengkuas
100 gr bawang merah
100 gr bawang putih
50 gr kemiri
3 cm kunyit
3 cm jahe
4 sdm minyak sayur untuk menumis
Membuat rendang pakis membutuhkan ketelitian. Ada beberapa tahapan penting yang harus dilakukan agar hasilnya sempurna:
Menyiapkan Santan
Kelapa parut diperas pertama kali tanpa tambahan air untuk menghasilkan santan kental.
Selanjutnya, lakukan perasan kedua dan ketiga dengan tambahan air.
Saring hasil perasan agar santan lebih halus.
Menyiapkan Pakis dan Daging
Pilih daun pakis yang muda dan segar, cuci bersih, lalu tiriskan.
Potong ikan atau ayam tanpa tulang menjadi ukuran dadu, cuci hingga bersih, lalu tiriskan.
Menumis Bumbu
Haluskan cabai merah, lengkuas, bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, dan jahe.
Tumis bumbu halus dengan minyak hingga harum.
Masukkan daun jeruk, daun kunyit, serai, dan asam kandis.
Memasak dengan Santan
Tuang santan ke dalam tumisan bumbu.
Masak dengan api sedang sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
Biarkan mendidih hingga minyak alami keluar.
Menambahkan Pakis dan Daging
Setelah santan mulai menyusut, masukkan daun pakis dan potongan ikan/ayam.
Aduk rata dan masak hingga bumbu meresap.
Lanjutkan memasak sampai kuah mengental dan berwarna cokelat pekat khas rendang.
Gunakan pakis muda
Daun pakis yang masih muda memiliki tekstur lembut sehingga lebih enak dimakan. Pakis yang tua biasanya keras dan agak pahit.
Jangan sampai santan pecah
Aduk santan secara perlahan dan terus-menerus agar tidak pecah. Santan yang pecah akan membuat rendang terasa kurang nikmat dan tampilannya berminyak berlebihan.
Masak dengan api sedang
Memasak rendang membutuhkan kesabaran. Jangan gunakan api besar karena santan bisa cepat gosong.
Gunakan kelapa sangrai
Kelapa sangrai yang dihaluskan akan memberikan cita rasa gurih sekaligus aroma khas yang membuat rendang semakin sedap.
Di Sumatra Barat, rendang pakis sering disajikan sebagai lauk pendamping nasi putih hangat. Hidangan ini biasanya hadir di rumah makan Padang tradisional bersama dengan gulai, dendeng balado, atau ayam pop.
Keunikan rendang pakis adalah rasa segar dari daun pakis yang berpadu dengan gurihnya santan dan pedasnya cabai. Rasanya lebih ringan dibanding rendang daging sapi, sehingga cocok disantap kapan saja.
Bagi masyarakat Minang yang tinggal di perantauan, rendang pakis sering menjadi menu nostalgia yang mengingatkan pada kampung halaman. Bahkan, tidak jarang daun pakis segar dikirim dari desa untuk dimasak menjadi rendang di kota besar.
Selain lezat, rendang pakis juga menyimpan berbagai manfaat gizi.
Daun Pakis: Kaya serat, vitamin A, dan zat besi yang baik untuk kesehatan tubuh.
Santan: Memberikan energi dari lemak sehat meski tetap harus dikonsumsi dengan bijak.
Cabai dan Rempah: Kaya antioksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Ikan/Ayam: Menyumbang protein hewani yang penting bagi pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh.
Dengan kombinasi ini, rendang pakis tidak hanya menggugah selera, tetapi juga memberikan asupan gizi yang baik untuk keluarga.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman π Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner β semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
π± Saluran Trenmedia π³ Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang β update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Konten lokal menunjukkan taringnya di platform Netflix Indonesia. Pada periode 2-8 Februari 2026, sebanyak tujuh dari sepuluh film terpopuler di...
Julian Alvarez kembali menunjukkan ketajamannya bersama Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu mencetak satu gol dalam kemenangan telak 4-0 atas...