Cara Membuat Panada Khas Manado Empuk dengan Isian Cakalang Pedas Gurih
Panada merupakan salah satu camilan khas Manado yang cukup populer dan memiliki cita rasa unik. Sekilas tampilannya mirip pastel, namun...
Read more
Gula aren kini semakin populer sebagai alternatif pemanis alami, sering dibandingkan dengan gula pasir. Namun, benarkah pernyataan soal keunggulannya bukan sekadar mitos? Yuk, telusuri fakta nutrisi dan manfaat kesehatan yang dimiliki gula khas Indonesia ini.
Gula aren dibuat dari nira pohon aren (enau), hasil sadapan bunga jantan yang direbus hingga mengental dan kemudian dikristalkan. Warna gula ini kecokelatan hingga cokelat tua, dengan rasa karamel lembut yang cocok untuk berbagai olahan—mulai dari kue, roti, minuman, hingga masakan tradisional.
Tidak seperti gula pasir yang telah dimurnikan dan kehilangan nutrisi, gula aren tetap mengandung banyak nutrisi penting:
Mineral seperti kalium (sekitar 390 mg), fosfor (35 mg), kalsium (75 mg), zat besi (3 mg), zinc, tembaga, dan mangan
Vitamin B kompleks seperti tiamin, riboflavin, niasin, asam folat, hingga kolin
Antioksidan dan fitonutrien seperti polifenol, flavonoid, antosianidin
16 jenis asam amino hasil alami dari proses pengolahan nira
Serat alami berupa inulin yang mendukung sistem pencernaan dan penyerapan mineral.
Gula aren memiliki IG sekitar 35, jauh lebih rendah dibanding gula pasir (65–68) dan madu (55). Ini berarti gula aren diserap tubuh lebih lambat, membantu mencegah lonjakan kadar gula darah—yang sangat penting bagi pengendalian insulin dan metabolisme energi.
Beberapa manfaat yang bisa Anda rasakan dari konsumsi gula aren antara lain:
Menjaga kesehatan pencernaan, berkat kandungan inulin sebagai prebiotik
Mendukung kesehatan tulang dan otot, lewat kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor
Menstabilkan tekanan darah, karena potasium yang menjaga fungsi otot jantung
Mendukung pembentukan sel darah merah, berkat zat besi dan vitamin B kompleks
Melawan radikal bebas, berkat antioksidan alami di dalamnya
Memberi energi secara bertahap, mencegah lonjakan glukosa saat digunakan sebagai pemanis.
Kalau dulunya gula pasir dikritik karena hanya “kalori kosong,” gula aren memang menawarkan lebih banyak gizi. Namun, penting diingat bahwa jumlah nutrisi tetap kecil dalam takaran konsumsi sehari-hari. Jadi, meski lebih sehat, gula aren tetaplah gula—harus dikonsumsi secara terbatas.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kabel charger sering kali menjadi perangkat yang kurang mendapat perhatian dalam penggunaan sehari-hari. Padahal, fungsinya sangat penting untuk menjaga daya...
Banyak pengguna mengira bahwa saat HP Android mulai lemot, satu-satunya solusi adalah mengganti perangkat baru. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya...