Kronologi Pekerja Tewas di Bak Penampungan Jaksel Polisi Temukan Dugaan Kelalaian

Polisi ungkap pekerja yang tewas di proyek Jaksel tidak memakai APD. Penyebab kematian masih diselidiki melalui uji sampel. (Foto: ANTARA/Luthfia MP)

Polisi ungkap pekerja yang tewas di proyek Jaksel tidak memakai APD

Kasus meninggalnya empat pekerja proyek di kawasan Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap fakta penting bahwa para korban tidak menggunakan alat pelindung diri saat kejadian berlangsung.

Menurut Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Indra Darmawan, temuan tersebut didapat dari hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan petugas. “Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, olah TKP pertama dari anggota piket yang menangani itu, pada saat kejadian di TKP para pekerja tersebut tidak menggunakan alat pelindung diri atau APD,” kata Indra, Rabu (8/4).

Insiden tragis ini terjadi saat para pekerja tengah menjalankan tugas di sebuah proyek bangunan bertingkat pada Jumat (3/4). Saat itu, dua pekerja diminta oleh mandor untuk menguras bak penampungan air bersih yang berada di area basement.

Namun, situasi berubah menjadi darurat ketika salah satu pekerja terjatuh ke dalam lubang penampungan dengan kedalaman sekitar tiga meter. Rekannya yang berusaha menolong justru ikut terjatuh karena tidak dilengkapi perlengkapan keselamatan.

Peristiwa tersebut berlanjut dengan jatuhnya pekerja lain ke dalam tangki. Secara keseluruhan, empat orang terperosok ke dalam bak penampungan, sementara tiga pekerja lainnya mengalami sesak napas akibat paparan udara panas dan bau menyengat dari dalam tangki.

Dugaan Paparan Gas Berbahaya Masih Diselidiki

Polisi hingga kini masih mendalami penyebab pasti kematian para korban. Salah satu dugaan kuat adalah adanya paparan gas berbahaya di dalam penampungan air tersebut.

Menurut AKP Indra Darmawan, tim laboratorium forensik telah melakukan pengambilan sampel untuk memastikan kandungan gas maupun zat berbahaya di lokasi kejadian. “Pihak Labfor maupun dari pihak kementerian melakukan uji sampel, uji sampel pengambilan gas maupun kandungan air yang ada di dalam tempat atau bak penampungan yang menyebabkan meninggalnya empat orang tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hasil uji laboratorium tersebut nantinya akan menentukan jenis gas yang diduga menjadi penyebab utama kematian. Hingga saat ini, hasil pemeriksaan masih dalam proses dan akan diumumkan setelah selesai.

Selain itu, polisi juga tengah mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa ini, termasuk dari pihak pengawas proyek maupun pihak terkait lainnya. Dua saksi yang merupakan mandor dan pengawas telah dimintai keterangan, sementara pemilik gedung dijadwalkan akan diperiksa.

Empat korban yang meninggal dunia diketahui berinisial YN (32) asal Subang, MW (62) asal Cianjur, TS (63) asal Bandung Barat, dan MF (19) asal Bandung Barat. Sementara tiga korban selamat yang mengalami sesak napas berasal dari Purwakarta.

Seluruh korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pasar Rebo untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, empat di antaranya dinyatakan meninggal dunia saat tiba di instalasi gawat darurat.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut aspek keselamatan kerja di proyek konstruksi. Penggunaan alat pelindung diri atau APD menjadi salah satu faktor penting yang seharusnya tidak diabaikan dalam setiap aktivitas kerja berisiko tinggi.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED