Dampak Timbal pada Anak Disorot, Ganggu IQ dan Perkembangan Otak

Paparan timbal pada anak bisa berdampak jangka panjang, termasuk menurunkan IQ dan mengganggu perkembangan otak. (Foto: iStock)

Paparan timbal pada anak bisa berdampak jangka panjang, termasuk menurunkan IQ dan mengganggu perkembangan otak

Paparan logam berat timbal masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak di Indonesia. Studi terbaru menunjukkan bahwa sebagian anak usia dini terpapar timbal, yang berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap perkembangan otak dan kecerdasan.

Berdasarkan data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sekitar satu dari tujuh anak di Indonesia terpapar timbal. Temuan tersebut diperoleh melalui studi terhadap 1.617 anak usia 1 hingga 5 tahun. Paparan timbal diduga berasal dari kebiasaan sehari-hari, seperti aktivitas orang tua saat pulang kerja serta penggunaan mainan anak yang tidak aman.

Paparan timbal dikenal bersifat kumulatif, artinya dampaknya tidak langsung terlihat dalam waktu singkat. Menurut Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Then Suyanti, gejala akibat timbal biasanya baru muncul setelah paparan terjadi dalam jangka panjang dan jumlah yang cukup tinggi.

“Jadi efeknya [paparan timbal] ini jangka panjang, ya. Dia enggak terlihat gejala langsung. Kadar tinggi [timbal] yang kami temukan pun dia tidak bergejala,” kata Then Suyanti, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan.

Jika gejala muncul, lanjut Then, kondisi tersebut sering kali sudah berkaitan dengan anemia, karena kandungan timbal dalam darah dapat mengganggu pembentukan sel darah merah. Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah dampaknya terhadap tumbuh kembang anak.

Dampak Paparan Timbal pada Tumbuh Kembang Anak

Paparan timbal pada anak dapat memicu gangguan serius pada otak dan sistem saraf. Dampaknya antara lain penurunan IQ, gangguan fungsi kognitif, hingga keterlambatan perkembangan.

“Kasihan anak-anak kita, IQ-nya jadi tidak bagus, tumbuh kembangnya jelek, kemudian stunting,” ujar Then Suyanti.

Hal senada disampaikan Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN Ni Luh Putu Indi Dharmayanti. Ia menjelaskan bahwa berbagai penelitian menunjukkan paparan timbal, bahkan pada kadar terendah sekalipun, tetap berisiko bagi perkembangan anak.

“Sejumlah studi menunjukkan, bahkan paparan timbal pada kadar terendah pun mempu mengganggu perkembangan otak, fungsi kognitif, serta perilaku anak,” kata Ni Luh Putu Indi Dharmayanti, Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN.

Dalam jangka panjang, gangguan tersebut dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena tubuh mereka mampu menyerap timbal empat hingga lima kali lebih banyak dibanding orang dewasa.

Paparan timbal kini diakui sebagai salah satu ancaman kesehatan utama bagi anak-anak di Indonesia, sehingga upaya pencegahan dan pengawasan lingkungan menjadi langkah penting untuk melindungi generasi mendatang.

Referensi: CNNIndonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED