Berapa Kali Beras Harus Dicuci Sebelum Dimasak? Ini Penjelasannya

Ketahui berapa kali beras sebaiknya dicuci sebelum dimasak agar nasi tetap bersih tanpa mengurangi kandungan gizinya. (Foto: Shutterstock)

Ketahui berapa kali beras sebaiknya dicuci sebelum dimasak agar nasi tetap bersih tanpa mengurangi kandungan gizinya

Mencuci beras sebelum dimasak sudah menjadi kebiasaan di banyak rumah tangga Indonesia. Sebagian orang bahkan merasa nasi akan lebih bersih dan sehat jika beras dicuci berkali-kali sampai airnya benar-benar jernih.

Namun, kebiasaan tersebut ternyata belum tentu sepenuhnya benar. Berdasarkan penelitian dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) melalui jurnal Food Science, mencuci beras terlalu sering justru dapat mengurangi kandungan nutrisi penting di dalamnya.

Dalam praktik sehari-hari, mencuci beras memang dianjurkan untuk membantu membersihkan debu, sisa kotoran ringan, hingga pati di permukaan beras. Akan tetapi, pembilasan sebenarnya cukup dilakukan sekitar satu hingga dua kali saja.

Menurut penelitian tersebut, air cucian beras yang tampak keruh sebagian besar berasal dari pati alami. Jika seluruh pati terus dibuang melalui pencucian berulang, nasi bisa kehilangan tekstur sekaligus sebagian nilai gizinya.

Selain itu, proses pencucian juga dapat mengurangi kandungan mineral penting seperti magnesium, kalium, dan fosfor. Artinya, semakin sering beras dicuci, semakin besar kemungkinan zat gizi ikut terbuang bersama air cucian.

Banyak orang beranggapan air cucian yang belum bening menandakan beras masih kotor. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu berarti demikian. Karena itu, beras tidak perlu dicuci sampai air benar-benar jernih.

Dampak Mencuci Beras Terlalu Sering terhadap Nutrisi

Selain mengurangi mineral, mencuci beras secara berlebihan juga dinilai tidak terlalu efektif untuk menghilangkan zat berbahaya seperti arsenik.

Berdasarkan data dari Food and Drug Administration (FDA), membilas beras sebelum dimasak hanya memberikan pengaruh kecil terhadap penurunan kadar arsenik pada nasi matang.

Cara yang dianggap lebih efektif untuk mengurangi arsenik adalah memasak beras menggunakan air berlebih, kemudian membuang sisa air setelah nasi matang. Metode tersebut disebut mampu menurunkan kadar arsenik sekitar 40 hingga 60 persen.

Meski demikian, metode tersebut juga memiliki konsekuensi. Kandungan nutrisi penting seperti folat, zat besi, niasin, dan tiamin dapat berkurang hingga 50 sampai 70 persen akibat proses tersebut.

Karena itu, penting memahami bahwa menjaga kebersihan beras dan mempertahankan kandungan gizinya perlu dilakukan secara seimbang.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah jenis beras yang digunakan. Pada beberapa produk seperti beras fortifikasi atau enriched rice, mencuci beras justru tidak dianjurkan.

Beras fortifikasi merupakan beras yang telah diperkaya vitamin dan mineral tambahan. Jika dicuci terlalu sering, nutrisi tambahan tersebut bisa hilang sebelum dikonsumsi.

Di sejumlah negara, produsen bahkan menyarankan agar beras jenis ini tidak dibilas sama sekali, terutama jika pada kemasan tercantum petunjuk “do not rinse”.

Panduan Mencuci Beras yang Benar di Rumah

Agar nasi tetap bersih tanpa kehilangan terlalu banyak nutrisi, ada beberapa panduan sederhana yang bisa diterapkan saat mencuci beras di rumah.

Untuk beras biasa, pembilasan cukup dilakukan satu sampai dua kali. Tujuannya hanya untuk membersihkan permukaan beras dari debu dan kotoran ringan.

Sementara untuk beras fortifikasi, sebaiknya ikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Jika produsen menyarankan tidak dicuci, maka beras bisa langsung dimasak.

Adapun bagi yang ingin mengurangi kandungan arsenik pada nasi, metode memasak dengan air berlebih dapat dipilih. Namun perlu dipahami bahwa cara tersebut juga dapat mengurangi sebagian kandungan gizi penting.

Mencuci beras pada dasarnya memang baik untuk menjaga kebersihan sekaligus membantu menghasilkan tekstur nasi yang lebih baik. Akan tetapi, mencuci terlalu sering bukan berarti membuat nasi semakin sehat.

Memahami tujuan mencuci beras menjadi hal yang lebih penting dibanding sekadar mengejar air cucian yang benar-benar bening.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Kuliner

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED