Pakar Nilai Iran Tak Akan Percaya Klaim Trump Soal Perang Hampir Selesai
Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengisyaratkan bahwa perang melawan Iran hampir selesai memunculkan berbagai tanggapan dari para pengamat...
Read more
Fenomena migrasi besar-besaran tengah terjadi di Selandia Baru. Dalam satu tahun terakhir, lebih dari 70.000 warga negara itu dilaporkan meninggalkan tanah airnya. Mayoritas memilih pindah ke Australia demi pendapatan yang lebih tinggi dan peluang kerja yang lebih luas.
Berdasarkan data badan statistik nasional Stats NZ, angka tersebut setara dengan sekitar 1,4 persen dari total populasi Selandia Baru yang berjumlah 5,1 juta jiwa. Dari jumlah itu, hanya sekitar 26.000 orang yang kembali ke negara tersebut dalam periode 12 bulan hingga Oktober 2025.
Australia menjadi tujuan utama. Sekitar 60 persen warga Selandia Baru yang hengkang memilih negara tetangga itu karena jaraknya dekat dan peluang kerja yang dinilai lebih menjanjikan.
Menurut sosiolog Paul Spoonley, profesor emeritus di Universitas Massey, lonjakan kepergian ini tergolong mengkhawatirkan. “Faktor yang menjelaskan kepergian tersebut adalah lemahnya pasar tenaga kerja. Tingkat pengangguran 5,3 persen, tertinggi dalam hampir satu dekade, serta pengurangan jumlah pekerjaan di sektor publik,” kata Spoonley kepada BBC Mundo.
Ia menilai, berbeda dengan periode krisis keuangan global 2011-2012 yang bersifat sementara, tren kali ini tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Saat itu, Selandia Baru kehilangan lebih dari 40.000 warga dalam dua tahun.
Salah satu daya tarik terbesar Australia adalah sektor kesehatan. Berdasarkan data platform pencari kerja Seek, gaji rata-rata perawat di Australia berkisar antara A$85.000 hingga A$90.000 per tahun. Jika dikonversi, jumlah itu setara dengan sekitar Rp1,01 miliar hingga Rp1,07 miliar per tahun.
Tak heran, lebih dari 10.000 perawat Selandia Baru mendaftar untuk bekerja di Australia hanya dalam satu tahun terakhir.
Tak hanya perawat, sektor keamanan juga mengalami arus keluar tenaga kerja. Kepolisian Selandia Baru mengonfirmasi sebanyak 212 polisi meninggalkan negara itu antara Januari 2023 hingga April 2025. Mereka menerima tawaran kerja dari lembaga di Australia, yang dalam beberapa kasus menawarkan gaji lebih dari US$75.000 per bulan atau sekitar Rp880 juta, ditambah fasilitas perumahan gratis atau subsidi.
Selain kesehatan dan keamanan, sektor pertambangan dan konstruksi di Australia juga aktif merekrut tenaga terampil. Pertumbuhan ekonomi Australia yang mencapai lebih dari 2 persen tahun lalu turut memperkuat daya tarik tersebut.
Menurut Spoonley, warga Selandia Baru semakin tergoda oleh upah yang lebih baik serta insentif relokasi yang ditawarkan perusahaan di Australia. “Faktor lain adalah kekuatan pasar tenaga kerja di negara-negara yang lebih besar. Mereka punya lebih banyak pilihan dalam hal sektor pekerjaan dan kemungkinan untuk berkembang,” ujarnya.
Saat ini, lebih dari 700.000 warga Selandia Baru atau sekitar 13 persen dari total populasi, tercatat tinggal di Australia. Sekitar 100.000 orang lainnya lahir di Australia namun memiliki kewarganegaraan Selandia Baru.
Sosiolog Francis Collins kepada media lokal 1News menyebut koneksi sosial juga menjadi faktor penting. “Hal itu adalah daya tarik besar bagi banyak orang yang memiliki koneksi sosial di sana,” katanya.
Dengan kondisi ekonomi domestik yang melambat, pertumbuhan PDB sekitar 1 persen pada 2025, serta daya beli yang tertekan, arus migrasi ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pertumbuhan bisnis kuliner di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Bersamaan dengan itu, kebutuhan akan bahan baku praktis dengan...
Klub-klub asal Inggris mengalami malam yang sulit pada leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League. Dari enam wakil yang...