War Escalates in the Strait of Hormuz: U.S. Launches Retaliatory Strikes on Iran After Apache Helicopter Crash
Tensions in the Middle East have escalated once again after a U.S. AH-64 Apache attack helicopter crashed in the Strait...
Read more
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah pemerintah Israel menginstruksikan operasi militer dengan kekuatan penuh di wilayah Lebanon. Langkah ini diambil meskipun gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah masih berlangsung.
Menurut Israel Katz, dirinya bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberikan instruksi tegas kepada militer untuk bertindak tanpa kompromi terhadap ancaman yang ada.
“Untuk bertindak dengan kekuatan penuh, baik di darat maupun dari udara, termasuk selama gencatan senjata, untuk melindungi tentara kita di Lebanon dari ancaman apa pun,” kata Israel Katz.
Instruksi tersebut juga mencakup penghancuran bangunan yang dianggap berbahaya, termasuk rumah dan infrastruktur yang diduga digunakan sebagai basis operasi Hizbullah. Selain itu, jalan-jalan yang dicurigai dipasangi ranjau juga menjadi target operasi militer.
Berdasarkan laporan lapangan, sebagian warga sipil mulai kembali ke wilayah selatan Lebanon setelah gencatan senjata diberlakukan. Namun, tidak sedikit yang masih ragu terhadap stabilitas situasi keamanan.
Menurut laporan AFP, warga di sejumlah desa terlihat memeriksa kondisi rumah mereka yang rusak akibat konflik sebelumnya. Di wilayah seperti Dibbine dan Srifa, aktivitas masyarakat mulai terlihat meski di tengah puing-puing bangunan yang hancur.
Di sisi lain, ada juga warga yang memilih meninggalkan wilayah selatan setelah mengambil barang-barang penting dari rumah mereka. Hal ini menunjukkan situasi yang masih belum sepenuhnya aman.
Berdasarkan data dari Kantor Berita Nasional Lebanon, penghancuran bangunan masih terjadi di beberapa wilayah. Disebutkan bahwa pasukan Israel terus meratakan sisa-sisa rumah di daerah seperti Bint Jbeil.
Selain itu, operasi militer juga dilaporkan berlangsung di wilayah perbatasan lain seperti Mais al Jabal dan Deir Seryan, termasuk aktivitas penyapuan dan peledakan. Sementara itu, wilayah Kunin dilaporkan menjadi sasaran penembakan artileri.
Langkah militer Israel juga mencakup penetapan batas wilayah yang disebut sebagai “Garis Kuning” di Lebanon selatan. Kebijakan ini disebut mirip dengan garis pemisah yang sebelumnya diterapkan di Gaza untuk membedakan area yang dikuasai militer dengan wilayah lain.
Situasi ini memperlihatkan bahwa meskipun gencatan senjata telah disepakati, kondisi di lapangan masih jauh dari stabil. Operasi militer yang terus berlangsung serta ketidakpastian keamanan membuat warga sipil berada dalam posisi yang rentan.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Penjaga Taman yang Mengetahui Rahasia Langit Malam itu, ia tidak bisa tidur. Bukan karena suara kendaraan yang masih terdengar dari...
Anak Kecil yang Mengenali Rahasia Langit Retakan itu masih ada. Tipis. Samar. Hampir tidak terlihat di antara kumpulan awan yang...