Rusia Mulai Jual Cadangan Emas Besar-Besaran di Tengah Tekanan Ekonomi
Aksi jual emas oleh bank sentral dunia kembali menjadi perhatian pasar global. Kali ini, Rusia tercatat mulai melepas sebagian besar...
Read more
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah insiden penembakan dan penyitaan kapal berbendera Iran di perairan Teluk Oman. Kapal bernama Touska menjadi pusat perhatian setelah dihentikan secara paksa oleh militer AS.
Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC menegaskan pihaknya siap memberikan balasan atas tindakan tersebut. Menurut pernyataan militer Iran, langkah AS dianggap sebagai bentuk agresi dan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak awal April.
“Kami memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera menanggapi dan membalas pembajakan bersenjata AS ini,” demikian pernyataan militer Iran.
Iran juga menuding AS melakukan perampokan maritim dengan menyerang kapal dagang mereka di Laut Oman. Selain itu, disebutkan bahwa pasukan AS merusak peralatan navigasi kapal dan menguasai dek kapal selama operasi berlangsung.
Insiden ini bermula ketika kapal perang USS Spruance menghentikan laju kapal Touska. Menurut pernyataan Donald Trump, kapal tersebut tidak mematuhi peringatan yang telah diberikan sebelumnya oleh militer AS.
“[Kapal AS] menghentikan mereka tepat di jalurnya dengan membuat lubang di ruang mesin,” kata Donald Trump.
Ia juga menambahkan bahwa marinir AS telah mengamankan kapal tersebut dan tengah melakukan pemeriksaan terhadap muatan di dalamnya. Kapal Touska diketahui masuk dalam daftar sanksi Kementerian Keuangan AS karena dugaan aktivitas ilegal sebelumnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan United States Central Command atau CENTCOM, kapal Touska dianggap melanggar blokade yang diberlakukan oleh AS. Karena tidak mematuhi peringatan, militer kemudian mengambil tindakan tegas.
“Spruance melumpuhkan propulsi Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam ke ruang mesin,” demikian pernyataan CENTCOM.
Setelah kapal tidak dapat bergerak, pasukan Marinir dari Unit Ekspedisi ke-31 naik ke atas kapal dan menguasainya. Hingga saat ini, kapal tersebut masih berada dalam kendali pihak AS.
Berdasarkan data pelacakan maritim, posisi terakhir kapal Touska berada sekitar 45 kilometer dari pesisir selatan Iran, dekat wilayah Chabahar, sebelum insiden terjadi.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute penting distribusi minyak global yang kerap menjadi titik konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Situasi semakin kompleks setelah Iran sempat membuka blokade di kawasan tersebut, namun kembali menutupnya sehari kemudian. Langkah itu diambil di tengah upaya AS memburu kapal berbendera Iran yang melintas menuju atau keluar dari pelabuhan negara tersebut.
Kondisi ini membuat kawasan Teluk Oman dan Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia, mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas geopolitik dan ekonomi global.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉
Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Nama Mathew Baker menjadi sorotan setelah mencatatkan sejarah baru bersama Timnas Indonesia. Pemain muda berdarah Indonesia-Australia itu resmi menjadi debutan...
Dunia kesehatan perempuan memasuki babak baru setelah istilah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) resmi diubah menjadi Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS)....