Iran Bangkit Pascaperang Israel, Militer Klaim Siap Tempur Hingga 10 Tahun

Iran mengaku siap perang hingga 10 tahun melawan Israel setelah konflik dua pekan lalu. AS mulai waspada melihat kekuatan militer Teheran yang pulih cepat. (Foto: Wikipediarnrn)

Iran mengaku siap perang hingga 10 tahun melawan Israel setelah konflik dua pekan lalu

Iran Bangkit Pascaperang dengan Israel, Klaim Militer Kian Kuat dan Siap Tempur Panjang

Setelah perang dua pekan melawan Israel yang didukung Amerika Serikat pada Juni lalu, Iran ternyata tidak hancur seperti yang diperkirakan banyak pihak. Pemerintah Teheran justru mengklaim siap berperang hingga 10 tahun ke depan jika konflik kembali pecah.
Menurut laporan terbaru, beberapa fasilitas nuklir Iran memang mengalami kerusakan akibat serangan, namun otoritas negara itu bertekad untuk membangunnya kembali dengan kekuatan yang lebih besar.

Iran Janji Bangun Ulang Fasilitas Nuklir yang Dihancurkan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak akan mundur dari pengembangan nuklir meski beberapa instalasi strategis rusak parah akibat gempuran Israel dan AS.
“Dengan menghancurkan bangunan-bangunan, kita tidak akan mundur. Para ilmuwan masih punya pengetahuan nuklir yang diperlukan,” kata Pezeshkian, dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, pada Februari lalu, Pezeshkian sudah menegaskan bahwa Iran akan membangun kembali situs-situs nuklirnya jika diserang. Serangan udara besar-besaran Israel pada Juni memicu perang 12 hari antara kedua negara, menargetkan fasilitas di Fordow, Natanz, dan Isfahan serta menewaskan sejumlah ilmuwan penting Iran.

Meskipun demikian, pemerintah Teheran berjanji akan memulihkan situs-situs tersebut dengan teknologi yang lebih maju dan sistem keamanan yang lebih kuat.

Militer Klaim Lebih Tangguh dari Sebelumnya

Setelah konflik berakhir, Iran mengklaim memiliki kekuatan militer yang justru meningkat.
Menurut Brigadir Jenderal Reza Talaei, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, kemampuan alat utama sistem persenjataan dan dukungan operasional meningkat signifikan setelah perang berakhir.
“Setelah Pertahanan Suci 12 Hari, kemampuan persenjataan, operasional, dan dukungan Angkatan Bersenjata meningkat secara signifikan dibanding sebelum perang ini,” ujar Talaei, dikutip dari Middle East Monitor (MEMO).

Ia menambahkan bahwa Israel dan sekutunya gagal mencapai target utama mereka meskipun telah mempersiapkan strategi serangan selama lebih dari 15 tahun.
Pernyataan senada disampaikan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang menolak klaim AS bahwa serangan mereka berhasil menghancurkan instalasi nuklir Teheran.

Iran Siap Perang 10 Tahun Lawan Israel

Salah satu pernyataan paling mengejutkan datang dari Brigadir Jenderal Amir Mohammadreza Ashtiani, Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran sekaligus mantan Menteri Pertahanan. Ia menegaskan bahwa Iran siap menghadapi perang panjang melawan Israel hingga 10 tahun lamanya.
“Peralatan kami tidak mengalami kerusakan signifikan, dan kami memiliki persediaan yang cukup untuk berperang selama sepuluh tahun jika diperlukan,” ujar Ashtiani, dikutip media lokal.

Menurutnya, faktor penentu kemenangan tidak hanya pada kekuatan senjata, tetapi juga pada moral dan semangat juang pasukan.
“Yang paling penting adalah moral. Mereka mengatakan moral adalah tiga perempat dari pertempuran. Pasukan kami berpengalaman, terlatih, dilengkapi sistem modern, dan punya semangat juang tinggi,” tambahnya.

Data Global Firepower: Posisi Iran Masih di Bawah Israel

Meski Iran terus menegaskan keunggulannya, data dari Global Firepower (GFP) menempatkan Iran di peringkat ke-16 militer terkuat dunia, sedikit di bawah Israel.
Dalam peringkat tersebut, Iran menunjukkan tanda panah menurun, menandakan adanya penurunan skor Power Index (PwrIndx), yang memperhitungkan faktor finansial, logistik, hingga geografi.

Namun, dalam delapan kategori penilaian GFP, Iran unggul di enam aspek utama, termasuk jumlah personel aktif, kekuatan darat, kekuatan laut, logistik, sumber daya nasional, dan finansial.
Iran memiliki sekitar 610 ribu personel aktif dan 350 ribu pasukan cadangan, sementara Israel memiliki 170 ribu personel aktif dan 465 ribu cadangan.
Dari sisi udara, Israel masih unggul dengan 612 unit pesawat dibanding Iran yang memiliki 551 unit.

Presiden Pezeshkian menegaskan bahwa Iran keluar sebagai pemenang dalam perang 12 hari itu karena berhasil mempertahankan wilayah dan struktur kekuasaan strategisnya. Sementara AS dan Israel, menurutnya, gagal memukul mundur kemampuan militer maupun moral rakyat Iran.

Referensi: CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Internasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED