Lembut, Gurih, dan Anti Hancur! 4 Rahasia Masak Tofu yang Bikin Menu Rumahan Naik Kelas
Tofu menjadi salah satu bahan makanan favorit banyak keluarga Indonesia. Selain rasanya yang lembut dan gurih, tofu juga mudah diolah...
Read more
Sarden kalengan sering dianggap sebagai makanan tidak sehat karena dikaitkan dengan kategori ultra-processed food atau UPF. Padahal, tidak semua makanan kalengan otomatis masuk dalam kelompok makanan ultra-proses.
Menurut sejumlah jurnal kesehatan dan gizi, makanan UPF merupakan produk formulasi industri yang dibuat menggunakan bahan hasil ekstraksi makanan seperti gula, pati, minyak, dan lemak tertentu. Produk jenis ini biasanya juga mengandung banyak zat tambahan seperti perisa, pewarna, pemanis, hingga emulsifier.
Namun, Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Prof Dr Ir Purwiyatno Hariyadi, menegaskan bahwa makanan kalengan tidak selalu identik dengan makanan yang tidak sehat.
“Yang tidak menyehatkan itu kandungan gula, garam, lemaknya, atau apakah ada bahan tambahannya,” ujar Purwiyatno.
Menurutnya, masyarakat sebaiknya lebih teliti membaca label komposisi dan informasi nilai gizi sebelum membeli produk makanan kemasan, termasuk sarden kalengan.
“Tolong lihat kandungan garamnya. Kandungan lemaknya. Karena formulasi sarden juga ada yang sardin in brine, berarti garam. Ada sardin in oil, berarti lemak,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kualitas gizi makanan tidak bisa dinilai hanya dari bentuk kemasan atau proses pengalengannya saja. Kandungan natrium, gula, lemak, serta bahan tambahan justru menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.
Dalam dunia gizi, klasifikasi makanan olahan umumnya mengacu pada sistem NOVA yang dikembangkan peneliti Brasil, Carlos Monteiro. Sistem ini membagi makanan menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat pengolahannya.
Kelompok pertama atau NOVA 1 mencakup makanan segar dan minim proses seperti buah, sayuran, telur, susu, ikan segar, dan kacang-kacangan.
NOVA 2 terdiri dari bahan masak seperti gula, garam, minyak, dan mentega yang digunakan untuk memberi rasa atau membantu proses memasak.
Sementara itu, NOVA 3 merupakan kategori makanan olahan sederhana atau processed foods. Produk dalam kelompok ini biasanya hanya mendapat tambahan garam, minyak, atau gula untuk memperpanjang daya simpan. Contohnya keju, roti tradisional, acar, hingga ikan kalengan sederhana.
Adapun NOVA 4 adalah kelompok ultra-processed foods atau UPF. Produk ini umumnya memiliki formulasi industri yang kompleks dan mengandung banyak bahan tambahan seperti perisa buatan, pewarna, emulsifier, serta pemanis tambahan.
Berdasarkan klasifikasi tersebut, sarden kalengan sederhana yang hanya berisi ikan sarden, air, minyak, garam, atau saus tomat sederhana lebih sering dikategorikan sebagai makanan olahan biasa atau NOVA 3.
Selain praktis, sarden juga dikenal kaya protein, omega-3, vitamin D, kalsium, dan lemak sehat yang baik untuk tubuh.
Namun, sarden kalengan bisa masuk kategori UPF apabila mengandung terlalu banyak bahan tambahan seperti flavor enhancer, modified starch, pemanis tambahan, hingga saus ultra-proses dengan kandungan natrium tinggi.
Karena itu, para ahli menyarankan konsumen untuk memperhatikan daftar bahan dan kandungan gizi sebelum membeli. Produk dengan komposisi lebih sederhana biasanya dinilai lebih baik dibanding makanan dengan banyak tambahan zat aditif.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kuliner Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kuliner — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Los Angeles, Amerika Serikat — Amerika Serikat akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia FIFA 2026 dengan menghadapi Paraguay dalam...
Makhluk Pertama dari Balik Retakan Dua mata merah itu tidak berkedip. Mereka hanya menatap. Diam. Penuh rasa lapar. Dalam kegelapan...