Fakta Menarik Cloud Computing, Gagasannya Sudah Ada Sejak 1990-an

Cloud computing ternyata bukan konsep baru. Istilah ini sudah terdokumentasi sejak 1996, jauh sebelum AWS dan Google Cloud. (Foto: nds.id)

Cloud computing ternyata bukan konsep baru

Istilah cloud computing kini lekat dengan layanan digital modern seperti penyimpanan data daring, komputasi jarak jauh, hingga infrastruktur internet global. Namun di balik popularitasnya saat ini, konsep cloud computing ternyata memiliki sejarah panjang yang berakar jauh sebelum era Amazon Web Services dan Google Cloud.

Berdasarkan penelusuran MIT Technology Review, penggunaan terdokumentasi paling awal dari istilah cloud computing ditemukan pada akhir 1996. Istilah ini muncul dalam konteks pengembangan teknologi jaringan yang melibatkan perusahaan komputer Compaq serta sebuah startup bernama NetCentric.

Menurut laporan tersebut, catatan tertua berasal dari planner pribadi milik Sean O’Sullivan. Pada 29 Oktober 1996, O’Sullivan menuliskan frasa “Cloud Computing: The Cloud has no Borders” setelah bertemu dengan George Favaloro. Kalimat tersebut menggambarkan gagasan layanan berbasis jaringan yang tidak dibatasi oleh lokasi geografis.

Tak lama berselang, pada 14 November 1996, Compaq menyusun sebuah dokumen strategi internal berjudul Internet Solutions Division Strategy for Cloud Computing. Dokumen ini memuat visi bahwa perangkat lunak di masa depan akan disediakan melalui jaringan sebagai layanan, bukan lagi terpasang langsung di komputer desktop pengguna.

Berdasarkan dokumen internal tersebut, Compaq sudah membayangkan model distribusi perangkat lunak yang kini dikenal sebagai software as a service, di mana pengguna cukup terhubung ke jaringan untuk mengakses aplikasi dan data.

Meski demikian, laporan lanjutan menyebutkan bahwa asal-usul pasti istilah cloud computing masih menyisakan tanda tanya. Tidak ditemukan bukti digital seperti email, draf awal, atau dokumen resmi yang dapat memastikan apakah Sean O’Sullivan atau George Favaloro merupakan pihak pertama yang mencetuskan istilah tersebut.

Selama bertahun-tahun, banyak kalangan mengira istilah cloud computing baru muncul pada awal 2000-an. Beberapa tokoh teknologi besar kerap disebut sebagai pelopornya, seperti Jeff Bezos ketika Amazon meluncurkan Amazon Web Services pada 2002, atau Marc Benioff melalui Salesforce pada 1999.

Namun, bukti historis menunjukkan bahwa istilah tersebut sudah digunakan beberapa tahun lebih awal, jauh sebelum layanan cloud modern hadir dan mendominasi industri teknologi global.

Popularitas istilah cloud computing baru melonjak secara luas setelah digunakan secara publik oleh Eric Schmidt. Mantan CEO Google itu menyebut konsep cloud dalam pidatonya pada 2006. Sejak saat itu, istilah cloud mulai masuk ke ruang rapat perusahaan, strategi bisnis, dan diskursus teknologi dunia.

Menurut penelusuran yang dikutip dari Techspot, penggunaan istilah cloud oleh Schmidt menjadi titik balik yang mempercepat adopsi konsep ini secara global. Dunia industri kemudian mulai melihat cloud computing bukan sekadar gagasan teknis, melainkan fondasi utama transformasi digital.

Dengan demikian, cloud computing bukan sekadar jargon pemasaran era modern. Konsep ini telah dirumuskan sejak masa awal internet komersial berkembang pada pertengahan 1990-an, ketika para perintis teknologi sudah membayangkan masa depan layanan digital yang fleksibel, terdistribusi, dan tanpa batas geografis.

Referensi:
Detikcom

📚 ️Baca Juga Seputar IT

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026

. Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED