Efisiensi Berbasis AI, Snap Lakukan PHK dan Tekan Biaya Operasional
Perubahan besar dalam dunia kerja akibat kemajuan kecerdasan buatan mulai terasa nyata di industri teknologi. Snap Inc menjadi salah satu...
Read more
Perusahaan teknologi Anthropic memperkenalkan model kecerdasan buatan terbaru bernama Mythos, namun dengan keputusan yang tidak biasa. Alih-alih merilisnya secara luas, perusahaan justru membatasi akses karena dinilai terlalu berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah.
Menurut Logan Graham, pimpinan tim keamanan AI di Anthropic, keputusan ini diambil karena masih banyak aspek yang perlu diamankan. “Kami merasa tidak nyaman untuk merilis hal ini secara umum,” kata Graham. Ia menambahkan bahwa sistem tersebut berpotensi disalahgunakan untuk aktivitas berbahaya di dunia siber.
Berdasarkan penjelasan perusahaan, Mythos memiliki kemampuan luar biasa dalam mendeteksi dan mengeksploitasi celah keamanan. Bahkan, satu agen AI disebut mampu bekerja lebih cepat dan lebih efektif dibandingkan ratusan peretas manusia. Hal ini menandai perubahan besar dalam lanskap keamanan digital global.
Menurut data dari perusahaan, dalam beberapa pekan terakhir saja, Mythos berhasil menemukan ribuan kerentanan perangkat lunak yang sebelumnya tidak terdeteksi. Jumlah ini jauh melampaui kemampuan peneliti manusia yang biasanya membutuhkan waktu lama untuk menemukan celah serupa.
Model ini juga dirancang untuk membantu perusahaan dalam menguji sistem keamanan mereka. Sejumlah perusahaan besar seperti Amazon, Apple, Microsoft, hingga Google disebut akan mendapatkan akses terbatas untuk memanfaatkan teknologi ini.
Menurut pihak Anthropic, tujuan utama pembatasan ini adalah mencegah perlombaan senjata AI di bidang siber, sekaligus memastikan teknologi digunakan untuk pertahanan, bukan serangan.
Selain itu, Mythos juga mampu menguji teknik peretasan dan membantu memperkuat sistem pertahanan digital perusahaan. Hal ini menjadi penting karena ancaman siber semakin kompleks dan sulit dideteksi dengan metode konvensional.
Di sisi lain, kekhawatiran tetap muncul. Berdasarkan laporan internal yang sempat bocor, kemampuan Mythos disebut “jauh lebih unggul” dibandingkan model AI lainnya dalam mengeksploitasi kerentanan sistem.
Menurut Gadi Evron, pendiri perusahaan keamanan AI Knostic, teknologi seperti ini sebenarnya sudah mulai digunakan dalam pertahanan siber. Namun, ia menekankan bahwa pihak bertahan harus bergerak cepat. “Pihak pertahanan harus memanfaatkannya jika ingin tetap bersaing,” ujarnya.
Anthropic juga telah berkoordinasi dengan pemerintah Amerika Serikat terkait kemampuan teknologi ini. Mereka bahkan menyatakan siap membantu dalam pengujian dan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan penggunaan yang aman.
Di tengah perkembangan AI yang semakin pesat, kehadiran Mythos menjadi pengingat bahwa teknologi tidak selalu netral. Tanpa pengawasan yang tepat, inovasi yang seharusnya membantu justru bisa menjadi ancaman serius.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita IT Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia it — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Ulat bambu atau cangkilung dikenal sebagai salah satu bahan pangan unik yang aman dikonsumsi manusia setelah dimasak dengan benar. Di...
Sebuah video memperlihatkan seorang bocah memecahkan beberapa peti telur di dalam gudang penyimpanan saat bermain seorang diri. Dalam rekaman tersebut,...