Debit Sungai Cisadane Naik Sirine Pintu Air Tangerang Jadi Tanda Waspada

Sirine Pintu Air Sungai Cisadane berbunyi setelah debit air naik akibat hujan deras. BPBD Tangerang mencatat banjir meluas. (Foto: ekspresibanten.id)

Sirine Pintu Air Sungai Cisadane berbunyi setelah debit air naik akibat hujan deras

Bunyi sirine di Pintu Air 10 Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten, mendadak menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial pada Jumat pagi. Sirine tersebut dibunyikan menyusul meningkatnya debit air sungai akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu dan sekitar Tangerang sejak Kamis malam.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar, bunyi sirine merupakan bagian dari sistem peringatan dini setelah status ketinggian air Sungai Cisadane naik menjadi Siaga Tiga. Kondisi tersebut terjadi karena debit air telah melewati batas normal.

“Ya, tadi saya sudah mengecek dan memang ada kenaikan status dari biasanya. Sirine itu dibunyikan karena status air menjadi siaga tiga, karena debit air sudah di atas rata-rata,” kata Mahdiar, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang.

Mahdiar menjelaskan, meski belum ada data detail mengenai angka pasti ketinggian muka air, kondisi Sungai Cisadane dipastikan berada di atas level normal. Curah hujan ekstrem yang terjadi secara merata sejak malam sebelumnya menjadi faktor utama kenaikan debit air.

“Untuk detail ketinggiannya memang belum ada informasinya, tapi yang pasti sudah di atas kondisi normal,” ujarnya.

Berdasarkan data dari BPBD Kota Tangerang, dampak kenaikan debit Sungai Cisadane turut memicu banjir di berbagai wilayah. Tercatat sedikitnya 12 kecamatan dari 14 kecamatan di Kota Tangerang terdampak banjir. Genangan air merendam akses jalan hingga permukiman warga.

“Untuk wilayah yang terdampak banjir ada 12 kecamatan. Banjir merendam akses jalan sampai pemukiman, dan total warga yang mengungsi mencapai 611 kepala keluarga,” kata Mahdiar.

BPBD Kota Tangerang mengimbau warga, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Cisadane dan wilayah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan. Intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Jabodetabek berpotensi menyebabkan kenaikan debit air susulan.

Luapan Kali Angke Rendam Permukiman Cipondoh

Selain Sungai Cisadane, banjir juga terjadi akibat luapan Kali Angke yang merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh. Ketinggian air dilaporkan hampir mencapai dua meter dan meluas hingga lima RW.

Salah seorang warga, Risman, mengaku terpaksa kembali mengungsi karena air terus naik sejak dini hari. “Air mulai naik sejak jam setengah dua malam. Sekarang tambah tinggi, jadi saya mau ngungsi ke rumah saudara biar aman,” kata Risman.

Hal serupa dialami Wati yang mengungsi bersama keluarga dan cucunya yang masih bayi. Menurutnya, ketinggian air di rumahnya hampir mencapai dua meter. “Sekarang airnya makin naik, hampir dua meter,” tutur Wati.

Selain merendam permukiman, banjir juga memutus akses Jalan Ahmad Dahlan yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Jakarta Barat. Banyak kendaraan terpaksa memutar balik, sementara sejumlah sepeda motor mogok akibat nekat menerobos genangan.

Referensi: CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉

Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED