Polisi Kantongi Identitas Pengirim Ancaman Bom ke SD di Jakarta Selatan
Polisi menyatakan telah mengantongi identitas pihak yang diduga mengirim pesan ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta...
Read more
Isu pergantian pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia kembali mencuat setelah muncul kabar bahwa pelatih asal Belanda disebut-sebut akan menangani skuad Garuda. Menanggapi hal tersebut, Penasihat Semen Padang FC Andre Rosiade menegaskan bahwa siapa pun yang akan ditunjuk harus melalui mekanisme resmi sebagaimana diatur dalam Statuta PSSI, bukan berdasarkan keputusan pribadi.
Menurut Andre, proses penunjukan pelatih merupakan keputusan strategis yang menyangkut marwah organisasi serta masa depan sepak bola nasional. Ia menegaskan, langkah tersebut harus mengacu pada Pasal 43 Ayat 1 Huruf L Statuta PSSI Edisi 2025, yang menyebutkan bahwa Komite Eksekutif berwenang menunjuk pelatih kepala dan perangkat pelatih atas usulan dari Departemen Teknis dan Komite Teknis dan Pengembangan.
“Pemilihan pelatih timnas harus sesuai dengan statuta. Jangan asal tunjuk sendiri, karena timnas ini ada aturannya, dan timnas itu milik seluruh rakyat Indonesia,” kata Andre Rosiade, Senin (20/10/2025).
Andre menjelaskan bahwa Statuta PSSI bukan sekadar dokumen administratif, melainkan fondasi penting untuk menjaga profesionalisme federasi. Jika aturan itu dilanggar, katanya, hal tersebut dapat menimbulkan ketidakpercayaan publik dan menimbulkan kesan bahwa federasi dikelola tanpa mekanisme yang jelas.
Ia juga menyoroti isu mengenai pelatih asal Belanda yang digadang-gadang menjadi kandidat kuat. Menurut Andre, meski Belanda dikenal memiliki sistem pembinaan sepak bola yang bagus, negara tersebut belum pernah menjuarai Piala Dunia, sehingga belum bisa disebut memiliki DNA juara dunia.
“Kalau bicara pengalaman, pelatih dari Belanda belum teruji membawa negaranya jadi juara dunia. Beda dengan pelatih dari Jerman, Prancis, atau Italia yang memang punya DNA juara dunia,” jelas Andre.
Andre menambahkan, pemilihan pelatih sebaiknya mempertimbangkan karakter pemain Indonesia, kemampuan beradaptasi, serta keselarasan visi jangka panjang. Ia menilai bahwa tim nasional tidak boleh dijadikan ruang eksperimen bagi pelatih yang belum memahami konteks sepak bola Asia Tenggara.
“Kita semua ingin Timnas Indonesia terus maju. Tapi caranya harus dengan sistem yang benar, bukan karena kedekatan atau faktor non-teknis,” ujarnya menambahkan.
Andre berharap PSSI dapat menjalankan seluruh proses sesuai statuta dan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten di bidang teknis. Dengan manajemen yang tertib dan berbasis aturan, ia optimistis prestasi Timnas Indonesia bisa berkembang secara stabil dan berkelanjutan.
Publik kini menanti langkah resmi PSSI dalam menentukan arah baru Timnas Indonesia. Siapa pun yang akan ditunjuk, harapan masyarakat tetap sama: membawa Garuda terbang lebih tinggi, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di level dunia.
Referensi:
DetikNews
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis, perhatian publik tidak hanya tertuju pada persaingan di lapangan. Suasana...
Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina menjadi salah satu laga yang paling dinantikan pecinta sepak bola. Duel...