Waspada Popcorn Brain Akibat Screen Time Berlebihan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Screen time berlebihan dapat memicu popcorn brain yang membuat otak sulit fokus. Kenali penyebab, gejala, dan cara mengatasinya menurut para ahli.

Screen time berlebihan dapat memicu popcorn brain yang membuat otak sulit fokus

Kebiasaan menggunakan ponsel dan media sosial selama berjam-jam kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, terlalu banyak menerima rangsangan digital tanpa jeda dapat membuat otak kesulitan mempertahankan fokus. Kondisi ini dikenal sebagai popcorn brain, sebuah istilah yang menggambarkan otak yang terus berpindah perhatian akibat paparan konten digital secara berlebihan.

Meski bukan diagnosis medis resmi, fenomena ini semakin sering dibahas oleh para ahli karena berkaitan erat dengan meningkatnya durasi screen time dan kebiasaan multitasking di era digital.

Menurut Mayo Clinic Press, popcorn brain merupakan kondisi ketika seseorang menjadi sangat mudah terdistraksi setelah terbiasa menerima stimulasi digital yang cepat dan terus menerus. Akibatnya, aktivitas seperti membaca buku, bekerja, belajar, atau berbincang langsung terasa lebih sulit dibandingkan sebelumnya.

Istilah popcorn brain pertama kali diperkenalkan oleh David M. Levy, ilmuwan komputer dari University of Washington. Ia menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang terlalu bergantung pada multitasking elektronik sehingga aktivitas di dunia nyata terasa kurang menarik.

Mengapa Screen Time Berlebihan Bisa Memicu Popcorn Brain?

Paparan notifikasi, video pendek, media sosial, hingga berbagai aplikasi hiburan membuat otak terus menerima rangsangan instan. Setiap notifikasi, komentar, atau tanda suka memicu sistem penghargaan di otak yang menghasilkan rasa puas dalam waktu singkat. Lama kelamaan, otak terbiasa mencari sensasi tersebut secara terus menerus.

Baca Juga:  Ahli Kandungan Jelaskan Kasus Rahim Copot dan Pentingnya Edukasi Reproduksi Sejak Dini

Menurut Sanam Hafeez, ahli neuropsikologi, kebiasaan ini dapat memperpendek rentang perhatian seseorang.

“Ini menyebabkan rentang perhatian yang lebih pendek, di mana menjadi lebih sulit untuk fokus pada apa pun selama lebih dari beberapa menit pada satu waktu,” kata Sanam Hafeez, ahli neuropsikologi.

Akibatnya, seseorang lebih mudah berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Misalnya, saat sedang membalas email, perhatian langsung beralih membuka media sosial, mengecek marketplace, membaca berita, lalu kembali lagi ke pekerjaan sebelumnya. Pola tersebut membuat otak bekerja lebih keras karena harus terus menyesuaikan fokus.

Selain itu, algoritma platform digital memang dirancang untuk menyajikan konten yang sesuai minat pengguna secara cepat dan berkelanjutan. Menurut Mayo Clinic Press, kondisi ini membuat otak semakin terbiasa dengan stimulasi instan dan kehilangan kemampuan menikmati aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih lama.

Dalam jangka panjang, stimulasi digital yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan mental, menurunkan kreativitas, serta mengurangi kemampuan berpikir mendalam.

Cara Melatih Otak Agar Kembali Fokus

Kabar baiknya, popcorn brain bukan kondisi permanen. Dengan mengubah kebiasaan sehari-hari, kemampuan fokus dapat dilatih kembali secara bertahap.

Langkah pertama adalah menyadari bahwa penggunaan gadget sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Setelah itu, pengguna dapat mulai mengurangi paparan rangsangan digital secara perlahan.

Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:

  • Latih mindfulness dengan meluangkan waktu beberapa menit untuk fokus pada napas dan kondisi tubuh tanpa gangguan perangkat digital.
  • Matikan notifikasi yang tidak penting agar perhatian tidak terus terpecah.
  • Gunakan satu perangkat untuk satu aktivitas sehingga otak tidak dipaksa melakukan multitasking.
  • Batasi penggunaan media sosial atau lakukan digital detox dalam waktu tertentu setiap hari.
  • Gunakan teknik Pomodoro, yaitu bekerja selama 25 menit kemudian beristirahat selama 5 menit agar konsentrasi tetap terjaga.
  • Buat daftar pekerjaan sehingga aktivitas dapat diselesaikan satu per satu tanpa berpindah fokus.
  • Luangkan waktu untuk relaksasi, seperti menarik napas dalam, berjalan kaki, atau mendengarkan musik yang menenangkan sebelum mulai bekerja.
Baca Juga:  Cara Efektif Mengatasi Overthinking agar Produktivitas Tetap Terjaga

Berdasarkan penjelasan Mayo Clinic Press, membatasi screen time bukan berarti harus meninggalkan teknologi sepenuhnya. Yang lebih penting adalah menciptakan pola penggunaan gadget yang lebih sehat agar otak memiliki kesempatan beristirahat dan kembali membangun kemampuan fokus secara alami.

Semakin seimbang penggunaan perangkat digital dengan aktivitas di dunia nyata, semakin besar pula peluang menjaga kesehatan mental, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi risiko munculnya popcorn brain.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Kesehatan

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Kesehatan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia kesehatan — semua ada di sana!

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED