Kisah Haru Pramugari Gadungan, Nisa Dapat Kesempatan Sekolah Gratis
Kisah Nisa, perempuan asal Palembang yang sempat viral karena diduga menyamar sebagai pramugari Batik Air, kini memasuki fase baru yang...
Read more
Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, kembali menjadi pusat perhatian publik setelah keputusannya berangkat umrah pada 2 Desember 2025 bertepatan dengan bencana banjir besar yang melanda wilayahnya. Berdasarkan informasi dari pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, banjir tersebut berdampak pada 11 kecamatan dan menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur, layanan publik, serta jaringan transportasi.
Mirwan MS merupakan politikus yang berasal dari Partai Gerindra dan resmi menjabat sebagai Bupati Aceh Selatan sejak 17 Februari 2025. Menurut data dari pemerintah daerah, ia lahir pada 9 Maret 1975 di Peulumat, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Latar belakang pendidikannya meliputi SDN 1 Peulumat, SMP Labuhanhaji Timur, dan STMN 1 Banda Aceh. Ia kemudian meraih gelar Sarjana Ekonomi dari STIE ISM dan Magister Sosial dari Universitas Nasional.
Sebelum memasuki dunia politik, Mirwan dikenal sebagai seorang pengusaha. Ia pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Aceh Selatan pada periode 2018-2023 namun belum berhasil. Pada Pilkada 2024, ia kembali maju dan akhirnya terpilih dengan perolehan 36,32 persen suara sah bersama wakilnya, Baital Mukadis. Selain itu, Mirwan juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Aceh Selatan.
Polemik muncul setelah foto-foto keberangkatan Mirwan MS dan istrinya ke Tanah Suci beredar luas di media sosial. Menurut unggahan dari akun travel umrah yang menangani keberangkatannya, momen tersebut dilakukan pada hari Selasa, 2 Desember 2025, yaitu di saat Aceh Selatan sedang menghadapi bencana banjir parah.
Kritik publik pun bermunculan karena banyak warga yang merasa keputusan tersebut tidak sensitif terhadap situasi darurat. Berdasarkan laporan BPBD setempat, banjir telah memutus akses jalan, merusak fasilitas umum, dan membuat aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh. Selain kerusakan fisik, sistem sanitasi dan irigasi juga terdampak berat sehingga menimbulkan risiko kesehatan.
Di sisi pemerintahan, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Selatan, Diva Samudera Putra, menyampaikan bahwa pemerintah daerah sudah mengirim surat resmi tentang ketidaksanggupan penanganan bencana tanpa dukungan pemerintah provinsi. Ia menegaskan bahwa dokumen tersebut merupakan syarat penting untuk penetapan status darurat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Keadaan genting inilah yang membuat sebagian masyarakat menilai bahwa kehadiran bupati diperlukan di daerah alih-alih melakukan perjalanan ke luar negeri.
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Drama Korea terbaru berjudul Can This Love Be Translated hadir sebagai tontonan komedi romantis yang menyoroti dinamika hubungan dua individu...
Memasuki awal 2026, perbincangan mengenai pilihan menyewa atau membeli properti kembali menguat di tengah masyarakat. Dinamika pasar yang terus bergerak,...