IRGC Ancam Balasan Keras Usai Kapal Iran Disita dan Ditembak AS di Teluk Oman
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah insiden penembakan dan penyitaan kapal berbendera Iran di perairan Teluk Oman....
Read more
Pemerintah Israel kembali menuai sorotan setelah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengusulkan pembangunan fasilitas penjara khusus bagi tahanan Palestina yang dikelilingi buaya. Gagasan tersebut disebut bertujuan untuk mencegah upaya pelarian para tahanan keamanan.
Menurut laporan yang dikutip dari media Israel, Dinas Penjara Israel saat ini tengah meneliti proposal tidak lazim yang diajukan oleh Ben-Gvir. Dalam usulannya, area penahanan dirancang berada di lokasi terbuka yang dikelilingi habitat buaya sebagai sistem pengamanan alami.
βDinas Penjara Israel sedang meneliti proposal yang tidak biasa yang diajukan oleh Menteri Keamanan Nasional, yang menyerukan pembangunan fasilitas penahanan untuk tahanan keamanan yang dikelilingi buaya untuk mencegah upaya pelarian,β tulis laporan tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, proposal ini disampaikan Ben-Gvir dalam pertemuan penilaian situasi bersama Kepala Komisioner Dinas Penjara Israel, Kobi Yaakobi, yang digelar pekan lalu. Ben-Gvir dikenal sebagai pemimpin Partai Kekuatan Yahudi yang memiliki pandangan keras terhadap isu keamanan dan Palestina.
Lokasi penjara yang diusulkan berada di kawasan Hamat Gader, Israel utara, tidak jauh dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki serta dekat perbatasan Yordania. Wilayah tersebut diketahui memiliki peternakan buaya dan kebun binatang, sehingga dinilai sesuai dengan konsep pengamanan yang diusulkan.
Usulan penjara ini muncul di tengah proses legislasi rancangan undang-undang lain yang juga diajukan oleh Ben-Gvir. RUU tersebut mengatur kemungkinan eksekusi terhadap tahanan Palestina yang dituduh merencanakan atau terlibat dalam serangan terhadap Israel.
Pleno Knesset atau Parlemen Israel telah menyetujui rancangan undang-undang tersebut dalam pembacaan pertama pada 11 November. Namun, regulasi itu masih harus melewati pembacaan kedua dan ketiga sebelum resmi menjadi undang-undang.
Berdasarkan data dari kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel, saat ini lebih dari 9.300 tahanan Palestina ditahan oleh Israel. Jumlah tersebut mencakup perempuan dan anak-anak, dengan berbagai laporan yang menyebut adanya praktik penyiksaan, kelaparan, serta pengabaian medis di fasilitas penahanan.
Situasi tahanan Palestina disebut memburuk seiring meningkatnya operasi militer Israel di Jalur Gaza. Sejak Oktober 2023, konflik bersenjata di wilayah tersebut telah menewaskan lebih dari 70.900 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai hampir 171.200 korban lainnya. Serangan tersebut juga meninggalkan Gaza dalam kondisi rusak parah dan krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Referensi: SINDOnews
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman π Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional β semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
π± Saluran Trenmedia π³ Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang β update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Kasus dugaan pencurian terjadi di salah satu resort di kawasan Ubud, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal India diduga...
Seorang pria berusia 39 tahun diamankan aparat kepolisian di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, setelah diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak...