Serangan Drone Ukraina di Rusia Tewaskan Remaja yang Sedang Berkendara Motor
Serangan drone yang diluncurkan oleh Ukraina kembali memakan korban jiwa di wilayah Belgorod, Rusia. Kali ini, dua remaja dilaporkan meninggal...
Read more
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran menuding Washington melanggar sejumlah poin penting dalam kesepakatan awal gencatan senjata. Tuduhan ini muncul bahkan sebelum proses negosiasi resmi dimulai.
Menurut Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, terdapat beberapa klausul dalam proposal yang diajukan Iran yang dinilai telah dilanggar oleh pihak Amerika Serikat.
“Ketidakpercayaan historis yang mendalam yang kami miliki terhadap Amerika Serikat berakar pada pelanggaran berulang terhadap berbagai bentuk komitmen,” kata Ghalibaf melalui unggahannya di media sosial.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini membuat dasar negosiasi menjadi tidak lagi relevan. “Kini, dasar yang dapat dijadikan pijakan untuk bernegosiasi justru telah dilanggar secara terbuka dan jelas, bahkan sebelum perundingan dimulai,” ujarnya.
Menurut Ghalibaf, situasi tersebut membuat gencatan senjata bilateral maupun proses negosiasi menjadi sulit untuk dilanjutkan secara rasional.
Berdasarkan pernyataan resmi yang disampaikan, Iran menyoroti beberapa hal yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan awal.
Pertama, terkait cakupan wilayah gencatan senjata. Menurut Iran, kesepakatan seharusnya mencakup seluruh wilayah termasuk Lebanon. Hal ini juga disebut telah dirujuk oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang berperan sebagai mediator, dengan menekankan pentingnya penghentian konflik secara menyeluruh dan segera.
Kedua, Iran menyoroti adanya pelanggaran wilayah udara. Disebutkan bahwa sebuah drone memasuki wilayah udara Iran dan kemudian dihancurkan di Kota Lar, Provinsi Fars. Menurut Iran, kejadian ini merupakan pelanggaran langsung terhadap klausul yang melarang pelanggaran wilayah.
Ketiga, Iran mempersoalkan sikap Amerika Serikat terkait hak pengayaan uranium. Iran menilai hak tersebut sebenarnya sudah tercantum dalam salah satu klausul proposal dan seharusnya diakui dalam kesepakatan awal.
Menurut Ghalibaf, proposal yang diajukan Iran sebenarnya telah diterima sebagai dasar negosiasi oleh pihak Amerika Serikat. Namun, pelanggaran terhadap beberapa poin membuat kepercayaan kembali terganggu.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tetap menjadi langkah penting menuju perdamaian jangka panjang.
“Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah,” kata Trump dalam pernyataannya.
Ia juga menyebut bahwa keputusan tersebut diambil karena tujuan militer Amerika Serikat telah tercapai dan kedua pihak dinilai sudah semakin dekat dengan kesepakatan yang lebih permanen.
Gencatan senjata ini sendiri dicapai setelah Amerika Serikat menunda rencana serangan lanjutan terhadap Iran selama dua pekan. Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran juga disebut akan membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya sempat diblokade dan berdampak pada jalur perdagangan minyak global.
Iran menilai kesepakatan ini sebagai kemenangan karena sejumlah tuntutannya diterima. Sementara itu, Amerika Serikat juga mengklaim keberhasilan dengan alasan target militernya telah terpenuhi.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebagian pengguna mungkin terkejut saat membuka fitur status di aplikasi WhatsApp. Pasalnya, tidak hanya konten dari kontak, kini iklan juga...
Apple mencatat kinerja penjualan yang solid berkat tingginya permintaan terhadap produk terbaru mereka, termasuk iPhone 17 dan MacBook Neo. Kondisi...