Tragis dan Mengerikan, KPAI Soroti Kasus Siswa SMP Dibunuh Pelajar SMK di Eks Kampung Gajah

KPAI menyoroti pembunuhan siswa SMP di eks Kampung Gajah Bandung Barat. Motif putus pertemanan dinilai sebagai kekerasan ekstrem antar anak. (Foto: ceposonline.com)

KPAI menyoroti pembunuhan siswa SMP di eks Kampung Gajah Bandung Barat

Kasus pembunuhan yang menimpa seorang siswa SMP Negeri 26 Bandung berinisial ZAAQ (14) mengejutkan publik. Remaja tersebut diduga dibunuh oleh dua pelajar SMK berinisial YA (16) dan AP (17) di kawasan eks Kampung Gajah, Bandung Barat.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau Komisi Perlindungan Anak Indonesia menilai peristiwa ini sebagai bentuk kekerasan ekstrem antar anak yang sangat memprihatinkan.

Menurut Komisioner KPAI, Aris Adi Leksono, peristiwa tersebut merupakan tragedi serius dalam perspektif perlindungan anak.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang anak dalam peristiwa pembunuhan yang terjadi di wilayah Bandung. Peristiwa ini adalah tragedi yang sangat memprihatinkan. Kami memandang kasus ini sebagai kekerasan ekstrem antar anak yang berujung pada hilangnya hak hidup seorang anak, yang dalam perspektif perlindungan anak merupakan pelanggaran serius terhadap hak dasar anak,” kata Aris.

Ia menegaskan bahwa hilangnya hak hidup seorang anak merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap hak dasar yang dijamin negara.

Motif Putus Pertemanan dan Eskalasi Konflik Remaja

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, motif pembunuhan disebut dipicu oleh putus pertemanan. Menurut Aris, alasan tersebut menunjukkan bahwa konflik sosial di kalangan remaja dapat berkembang secara destruktif apabila tidak diimbangi dengan kemampuan pengelolaan emosi dan pendampingan yang memadai.

“Motif yang disebutkan, yakni putus pertemanan, menunjukkan bahwa konflik relasi sosial di kalangan remaja dapat berkembang secara destruktif ketika tidak disertai kemampuan pengelolaan emosi, tidak ada pendampingan orang dewasa yang memadai, minimnya pendidikan resolusi konflik dan literasi emosional di sekolah,” jelasnya.

Ia menyebut, ketika konflik sederhana berubah menjadi kekerasan terencana hingga berujung pembunuhan, maka situasi tersebut masuk dalam kategori kasus yang sangat mengerikan dan darurat.

“Ketika konflik sederhana berkembang menjadi kekerasan terencana hingga pembunuhan, maka ini termasuk kategori kasus yang sangat mengerikan dan darurat, karena menunjukkan eskalasi kekerasan yang tidak proporsional dan kehilangan empati secara ekstrem,” tegas Aris.

KPAI mendorong negara untuk hadir memastikan hak korban dan keluarganya terpenuhi, termasuk dalam hal keadilan serta perlindungan psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan.

Namun demikian, Aris juga mengingatkan bahwa kedua pelaku masih berstatus anak di bawah umur. Oleh karena itu, aparat penegak hukum wajib mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

“Dengan menjalankan prinsip SPPA, kepentingan terbaik bagi anak, pendekatan keadilan restoratif, rehabilitasi dan pembinaan. Namun perlu ditegaskan, pendekatan khusus anak bukan berarti impunitas. Untuk tindak pidana berat seperti pembunuhan, proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan pidana, dengan mekanisme peradilan anak,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra menyampaikan bahwa kedua tersangka telah diamankan oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi di kediaman mereka di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut. Sebelum ditangkap, keduanya sempat melarikan diri ke Tasikmalaya.

Menurut Niko, YA merupakan pelajar SMK asal Garut, sedangkan AP diketahui sudah putus sekolah dan bekerja sebagai tukang dekorasi pernikahan. Ia juga menegaskan bahwa kedua tersangka masih di bawah umur.

Peristiwa pembunuhan diduga terjadi pada Senin, 9 Februari 2026, di lahan eks objek wisata Kampung Gajah. Jasad korban kemudian ditemukan oleh saksi pada Jumat malam, 13 Februari 2026.

Kasus ini menjadi pengingat serius tentang pentingnya penguatan pendidikan karakter, literasi emosional, serta pengawasan terhadap interaksi remaja di lingkungan sekolah dan sosial.

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED