Pemerintah Amerika Serikat menyerukan warganya untuk segera meninggalkan kawasan Timur Tengah, menyusul meningkatnya kekhawatiran keselamatan pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Berdasarkan laporan kantor berita AFP, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan resmi kepada warga negaranya. Seruan itu disampaikan melalui Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Konsuler, Mora Namdar.
“Menyerukan warga Amerika untuk SEGERA MENINGGALKAN negara negara di bawah ini menggunakan transportasi komersial yang tersedia, karena risiko keselamatan yang serius,” tulis Mora Namdar dalam unggahan di media sosial X.
Peringatan tersebut mencantumkan 14 negara di kawasan yang dinilai berisiko tinggi. Pemerintah Amerika Serikat untuk saat ini meminta warganya menggunakan penerbangan komersial yang masih tersedia, meskipun jadwal penerbangan di sebagian besar wilayah sudah sangat terganggu akibat situasi keamanan.
Hingga kini, pemerintah AS belum mengatur evakuasi resmi, melainkan mendorong warganya untuk keluar secara mandiri melalui jalur transportasi umum yang ada.
Daftar Negara yang Masuk Peringatan
Peringatan tersebut mencakup Mesir, negara dengan populasi terbesar di kawasan tersebut. Meski selama ini memiliki hubungan yang tegang dengan Iran, Mesir disebut hanya mengalami dampak langsung yang terbatas sejak serangan pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Selain itu, seluruh negara Arab Teluk juga masuk dalam daftar peringatan. Wilayah ini dinilai rentan karena Iran telah meluncurkan drone dan rudal sebagai balasan atas kehadiran pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Pemerintah AS juga mendesak warganya untuk meninggalkan Israel dan wilayah Palestina, serta Irak, Yordania, Lebanon, dan Suriah. Negara negara tersebut dilaporkan terdampak langsung oleh eskalasi konflik yang sedang berlangsung.
Menurut Departemen Luar Negeri AS, risiko keselamatan meningkat secara signifikan seiring memanasnya situasi keamanan regional. Gangguan penerbangan dan pembatasan perjalanan juga menjadi pertimbangan dalam imbauan tersebut.
Seruan ini menunjukkan kekhawatiran serius Washington terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah. Hingga saat ini, otoritas Amerika Serikat terus memantau perkembangan situasi dan memperbarui imbauan perjalanan sesuai kondisi lapangan.
Referensi:
Detikcom