Terlilit Pinjol, Lulusan S2 di Depok Nekat Rampok Toko Emas Pakai Pistol Mainan
Seorang pria berinisial RWP (40) ditangkap polisi setelah diduga melakukan pencurian di sebuah toko emas di kawasan Pasar Pucung, Cilodong,...
Read more
Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan penerapan skema tarif langganan TransJakarta sebagai bagian dari kajian penyesuaian tarif transportasi umum di ibu kota. Skema ini dinilai dapat memberikan biaya perjalanan yang lebih hemat bagi masyarakat, terutama pekerja yang menggunakan TransJakarta setiap hari.
Menurut Sugihardjo, Ketua DTKJ, sistem langganan telah diterapkan di berbagai negara untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum. Oleh karena itu, DTKJ mengusulkan paket langganan dengan beberapa pilihan, mulai dari mingguan, dua mingguan, hingga bulanan.
“Kita mendorong tarif langganan. Di luar negeri banyak yang menggunakan sistem langganan,” kata Sugihardjo, Ketua DTKJ.
Usulan tersebut menjadi bagian dari evaluasi tarif transportasi publik di Jakarta yang mempertimbangkan keseimbangan antara biaya operasional, kualitas layanan, dan kemampuan masyarakat dalam membayar ongkos perjalanan.
Menurut Sugihardjo, simulasi tarif langganan dibuat dengan asumsi tarif reguler TransJakarta menjadi Rp5.000 untuk setiap perjalanan di dalam wilayah Jakarta.
Dengan tarif tersebut, seorang pekerja yang menggunakan TransJakarta untuk berangkat dan pulang kerja akan mengeluarkan biaya sekitar Rp10.000 per hari. Jika dihitung selama sekitar 25 hari kerja dalam sebulan, total biaya perjalanan mencapai sekitar Rp250.000.
DTKJ kemudian mengusulkan adanya potongan sekitar 20 persen melalui sistem langganan sehingga tarif bulanan menjadi sekitar Rp200.000.
“Kalau Rp5.000 berangkat dan Rp5.000 pulang menjadi Rp10.000 sehari. Dikalikan 25 hari kerja menjadi Rp250.000. Dengan diskon sekitar 20 persen, tarif langganan menjadi Rp200.000,” ujar Sugihardjo.
Selain paket bulanan, DTKJ juga mengusulkan paket mingguan dan dua mingguan agar masyarakat yang tidak bepergian setiap hari tetap dapat memilih skema yang sesuai dengan kebutuhan.
Dalam kajian yang sama, DTKJ mengusulkan penyederhanaan tarif TransJakarta di dalam wilayah Jakarta menjadi Rp5.000 untuk seluruh layanan, termasuk Bus Rapid Transit (BRT), non-BRT, dan layanan yang terintegrasi dengan Mikrotrans.
Sementara itu, layanan Transjabodetabek diusulkan memiliki tarif sebesar Rp10.000. Menurut DTKJ, penyesuaian tarif tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan serta kemudahan integrasi dengan moda transportasi lainnya.
Menurut Sugihardjo, aspek kemampuan masyarakat dalam membayar tetap menjadi perhatian utama dalam penyusunan rekomendasi tarif tersebut.
“Yang kita lihat bagaimana tarif ini tidak membebani masyarakat dulu,” kata Sugihardjo.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerima usulan tersebut dan akan melakukan pembahasan lebih lanjut, termasuk untuk tarif layanan Transjabodetabek menuju Bandara.
Menurut Pramono Anung, pembahasan juga dilakukan bersama DPRD DKI Jakarta sebelum keputusan resmi mengenai penyesuaian tarif ditetapkan.
Ia mengakui proses pengambilan keputusan mengalami penyesuaian dari target yang sebelumnya direncanakan. Pemerintah daerah masih menyempurnakan pembahasan agar kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan penggunaan transportasi umum di Jakarta.
Referensi:
Detik
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Bekerja di depan komputer selama berjam-jam telah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Aktivitas ini memang sulit dihindari, terutama bagi...
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa dampak polusi udara pada anak tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tetapi juga dapat...