SpaceX Berhasil Luncurkan Teleskop NASA untuk Ungkap Misteri Energi Gelap
SpaceX berhasil meluncurkan Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman milik NASA ke luar angkasa pada Minggu, 30 Agustus 2026. Wahana ini...
Read more
Konvensi KSTI 2025 (Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri) jadi sejarah baru di Indonesia—karena untuk pertama kalinya lebih dari 2.000 saintis dari berbagai disiplin ilmu hadir bersama dalam satu forum besar. Konvensi ini digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), ITB, Bandung pada 7–9 Agustus 2025.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyebut bahwa momen mengumpulkan ribuan peneliti adalah langkah strategis untuk menyatukan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi dengan arah kebijakan negara. Ini bagian dari semangat menjadikan sains dan teknologi sebagai senjata perjuangan bangsa.
Tidak hanya peneliti, KSTI juga dihadiri oleh lebih dari 350 rektor, tokoh industri, peraih Nobel, dan pejabat publik yang siap mendukung integrasi riset dan industri untuk Indonesia yang lebih maju.
Peserta KSTI 2025 menunjukkan keberagaman. Acara ini dihiasi oleh:
1.066 peneliti unggul STEM (Sains, Teknologi, Teknik, Matematika)
401 rektor dan wakil rektor dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia
351 dosen STEM dari Jawa Barat dan Jakarta
171 mahasiswa doktoral
150 guru besar dan senat ITB
Perwakilan dari 18 kementerian/lembaga, 15 BUMN, dan 54 industri
Momentum seperti ini menetapkan KSTI bukan sekadar diskusi, tapi sebagai langkah nyata menyelaraskan riset dengan kebutuhan publik dan industri.
Acara ini bukan hanya berbicara soal topik ilmiah—namun menjadi ruang untuk merancang peta jalan riset dan inovasi yang bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi serta pemerataan manfaatnya ke seluruh masyarakat.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, turut menekankan bahwa penguasaan teknologi adalah kunci agar Indonesia tak hanya menjadi pasar, melainkan juga bisa tampil sebagai pelaku global. Persiapan SDM berteknologi tinggi jadi fokus utama agar bangsa ini memiliki posisi yang strategis dalam persaingan global.
Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara, menegaskan peran kampus sebagai pusat riset dan inovasi—terutama dalam menjembatani dunia akademik, industri, dan kebijakan publik. KSTI menjadi momentum untuk itu.
Konvensi ini mengusung konsep penta-helix, sebuah pendekatan strategis yang menyinergikan pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, dan media. Pendekatan ini diproyeksikan memperkuat reputasi akademik dan daya saing global perguruan tinggi Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Sains Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia sains — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Pemain Persib Bandung, Saddil Ramdani, mengunggah pesan bernada perpisahan menjelang bergulirnya pekan perdana Super League 2026/2027. Unggahan tersebut membuat masa...
Chelsea mengambil keputusan besar pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2026 dengan melepas Enzo Fernandez ke Manchester City. Gelandang...