Anwar Ibrahim Buka Alasan Malaysia Akan Deportasi Seluruh Warga Israel
Pemerintah Malaysia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap keberadaan warga negara Israel di wilayahnya. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan siapa...
Read more
Nepal kini berada dalam pusaran kekacauan politik. Ratusan pemuda—terutama generasi Z—berunjuk rasa besar menentang pencabutan akses media sosial dan mengecam korupsi elit. Demonstrasi ini berubah brutal saat massa merusak dan membakar bangunan pemerintah serta mengejar pejabat tinggi ke sungai.
Awalnya, demo merespons larangan akses Facebook, X, dan YouTube—yang kemudian dicabut. Namun gerakan berubah gaduh saat massa meledak menjadi aksi protes skala besar. Gedung-gedung pemerintah seperti Singha Durbar (kantor pemerintahan), gedung parlemen, dan mahkamah agung dibakar oleh demonstran. Serangan meluas ke kediaman sejumlah tokoh politik seperti presiden, perdana menteri, dan pimpinan partai. Bahkan rumah mantan PM Jhala Nath Khanal dibakar, menewaskan istrinya di dalam.
Tak hanya properti yang jadi sasaran, pejabat negara tidak luput dari kemarahan massa. Video viral memperlihatkan seorang Menteri Nepal dikejar massa hingga terpaksa terjun ke sungai, menandakan hilangnya rasa hormat dan meningkatnya keganasan unjuk rasa.
Demo bermula dari larangan pemerintah mengakses media sosial—dimaksudkan untuk mengatur platform, justru dianggap sebagai bentuk sensor berbahaya. Namun, demonstrasi tidak berhenti di situ. Frustrasi publik tentang korupsi yang meraja dan ketidakadilan sosial memperluas tuntutan massa. Tak hanya menolak kebijakan, mereka mendesak reformasi politik menyeluruh.
Ketegangan yang terus memuncak memaksa PM KP Sharma Oli untuk mengundurkan diri. Ia menyatakan mundur “agar solusi politik bisa terwujud sesuai konstitusi.” Namun, pengunduran dirinya tidak cukup menghentikan aksi—massa tetap memenuhi jalan-jalan Kathmandu, memblokir lalu lintas, dan menolak kembali ke rumah meski diberlakukan jam malam.
Pemerintah merespons dengan mobilisasi aparat keamanan di ibu kota. Tembakan karet dan tajam dikeluarkan demi menertibkan massa, namun berujung pada kematian sedikitnya 19 orang dan luka lebih dari seratus pihak yang terluka. Walau akses media sempat dibuka kembali, ketegangan tetap membara.
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kejadian tak biasa terjadi di Beaverton, Oregon, Amerika Serikat, pada Januari 2021. Seorang pencuri mobil yang semula berniat membawa...
Jagat teknologi kembali diramaikan oleh beredarnya foto yang diklaim sebagai bocoran iPhone 18. Gambar tersebut memperlihatkan kemasan perangkat dengan desain...