Hizbullah Tolak Perundingan Damai Israel Lebanon, Anggap Upaya Sia Sia
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Hizbullah secara tegas menolak rencana perundingan damai antara Israel dan Lebanon. Pertemuan...
Read more
Pemerintah Indonesia disebut tengah menyiapkan ribuan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk misi perdamaian di Jalur Gaza. Rencana ini menjadi bagian dari pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional yang dirancang untuk menjaga situasi keamanan pascakonflik.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, persiapan pasukan sudah mulai dilakukan. Menurut Maruli, sejumlah personel telah menjalani latihan untuk kemungkinan penugasan tersebut.
“Sudah mulai berlatih orang orang yang kemungkinan dikerahkan. Kan kita nanti jadi perdamaian. Jadi berarti zeni, kesehatan, yang seperti seperti itu kami siapkan,” kata Maruli, Kepala Staf Angkatan Darat.
Ia memperkirakan jumlah pasukan yang dapat dikirim mencapai satu brigade atau sekitar lima ribu hingga delapan ribu prajurit. Namun, ia menegaskan angka tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.
“Ya, bisa satu brigade, lima ribu sampai delapan ribu mungkin. Tapi masih bernego semua, belum pasti. Belum ada kepastian angka sampai sekarang,” ujarnya.
Menurut Maruli, pihak TNI saat ini hanya bertugas menyiapkan personel. Sementara keputusan mengenai waktu keberangkatan, lokasi penugasan, serta detail operasional lainnya akan ditentukan oleh komando yang lebih tinggi.
Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, Indonesia berpotensi menjadi negara pertama yang berkontribusi langsung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Hingga kini, belum ada negara lain yang secara konkret menyiapkan pasukan untuk misi tersebut.
Menurut laporan media publik Israel, area penempatan pasukan Indonesia direncanakan berada di bagian selatan Jalur Gaza, tepatnya di wilayah antara Kota Rafah dan Khan Younis. Lokasi tersebut disebut sudah dipersiapkan, meski pembangunan fasilitas dan perumahan bagi pasukan diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa minggu.
Dalam skema yang dilaporkan, pasukan stabilisasi tidak akan berinteraksi langsung dengan kelompok bersenjata di dalam Gaza. Tugas utama mereka adalah mengawasi garis gencatan senjata, menjaga keamanan wilayah perbatasan, serta menangani persoalan keamanan yang berkaitan dengan zona tersebut.
Laporan lain menyebutkan Indonesia akan mengirim tim pendahulu ke pusat komando di wilayah Israel untuk membahas prosedur koordinasi, aturan keterlibatan, serta tanggung jawab pasukan stabilisasi di lapangan.
Pasukan Indonesia disebut tidak akan beroperasi di wilayah yang dikendalikan kelompok bersenjata. Misi mereka lebih difokuskan pada pengamanan pembangunan awal di kawasan Rafah serta menjaga lokasi pengumpulan senjata jika proses demiliterisasi berlangsung sesuai kesepakatan.
Indonesia diketahui telah bergabung dengan Dewan Perdamaian yang dibentuk untuk mengawal proses stabilisasi dan rehabilitasi Gaza pascakonflik. Badan tersebut memiliki mandat untuk membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional, mengamankan wilayah perbatasan, serta mendukung rekonstruksi dan pembentukan pemerintahan teknokrat di Gaza.
Berdasarkan keterangan dari kantor kepresidenan, keikutsertaan Indonesia dalam badan tersebut dinilai memiliki makna strategis. Partisipasi ini disebut bertujuan menjaga proses transisi Gaza agar tetap mengarah pada solusi dua negara dan tidak mengabaikan hak hak rakyat Palestina.
Referensi:
detikcom
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook digelar pada Selasa (14/4/2026) di Pengadilan Tipikor Jakarta dan menjadi perhatian publik. Dalam persidangan...
Kebijakan baru terkait perpanjangan STNK tanpa KTP pemilik asli kini resmi berlaku secara nasional. Aturan ini merupakan terobosan yang awalnya...