Fenomena Joki SPT Online Makin Marak Ini Risiko yang Diingatkan DJP
Fenomena penggunaan jasa joki untuk pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan atau SPT Pajak Penghasilan tahun 2025 semakin marak di media sosial....
Read more
Ketidakpastian ekonomi global dan domestik membuat banyak orang mulai bersikap lebih hati-hati dalam mengelola keuangan. Tidak sedikit yang memilih menarik dana dari investasi dan menyimpannya dalam bentuk tunai. Namun, apakah langkah tersebut benar-benar tepat?
Menurut perencana keuangan Andi Nugroho, menjaga likuiditas memang penting dalam kondisi seperti sekarang. “Cash is the king, alias alangkah lebih amannya bila kita memegang uang kita dalam bentuk cash,” ujar Andi Nugroho.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa menyimpan seluruh dana dalam bentuk tunai bukan solusi jangka panjang. Nilai uang bisa tergerus inflasi, sehingga tetap diperlukan strategi investasi yang tepat.
Menurut Andi Nugroho, investasi tetap relevan meski kondisi ekonomi tidak stabil. Bahkan, situasi seperti ini bisa membuka peluang baru bagi investor yang jeli. “Akan selalu ada kesempatan di setiap kekacauan,” ujarnya.
Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar keputusan investasi tetap aman dan terukur.
Pertama, pahami profil risiko. Setiap individu memiliki toleransi risiko yang berbeda. Ada yang cenderung konservatif, ada pula yang agresif. “Yang penting banget itu tahu dulu profil risiko kita,” kata Andi.
Kedua, ubah komposisi portofolio. Dalam kondisi pasar bergejolak, investor disarankan menyeimbangkan portofolio dengan menambah instrumen berisiko rendah. Instrumen seperti deposito, logam mulia, atau surat utang negara bisa menjadi pilihan untuk menjaga stabilitas.
Selain itu, memastikan kesiapan dana darurat juga menjadi langkah krusial. Menurut perencana keuangan Dandy, dana darurat harus tersedia sebelum mulai berinvestasi. “Minimal sekitar 2-3 bulan pengeluaran,” kata Dandy.
Dana darurat berfungsi sebagai penyangga ketika terjadi kondisi tak terduga, sehingga investor tidak perlu mencairkan aset investasinya secara terburu-buru.
Di sisi lain, kondisi pasar yang sedang turun justru bisa dimanfaatkan sebagai peluang. Dandy menyebut situasi ini seperti momen diskon bagi investor. Namun, strategi tetap diperlukan agar tidak salah langkah.
Salah satu pendekatan yang disarankan adalah masuk ke pasar secara bertahap, bukan sekaligus. Metode ini dikenal sebagai dollar cost averaging, yaitu menanamkan dana secara berkala untuk mengurangi risiko fluktuasi harga.
“Dalam kondisi seperti sekarang, lebih baik dicicil agar risikonya lebih terjaga, karena kita juga tidak tahu kapan titik terendah pasar,” jelas Dandy.
Dengan strategi yang tepat, investasi tetap bisa menjadi alat untuk menjaga dan mengembangkan nilai aset, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kuncinya adalah memahami risiko, menjaga keseimbangan portofolio, dan tetap disiplin dalam perencanaan keuangan.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Keuangan Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia keuangan — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook digelar pada Selasa (14/4/2026) di Pengadilan Tipikor Jakarta dan menjadi perhatian publik. Dalam persidangan...
Kebijakan baru terkait perpanjangan STNK tanpa KTP pemilik asli kini resmi berlaku secara nasional. Aturan ini merupakan terobosan yang awalnya...