Nasib Guru PPPK Parepare Belum Digaji Berbulan-bulan, Ini Penjelasannya
Sebanyak 139 guru honorer berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menghadapi persoalan...
Read more
TNI Angkatan Darat (AD) menggelar latihan militer skala besar di wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mulai Rabu (22/10/2025). Latihan ini melibatkan hampir 1.000 prajurit dari Batalyon Komposit Gardapati (Yonkomposit 1/GP) dan dilaksanakan di sejumlah titik strategis di pulau terdepan Indonesia tersebut.
Komandan Yonkomposit 1/GP Letkol Infanteri Muchamad Ricky Prawiratama menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di luar ruangan selama latihan berlangsung. Hal ini karena kegiatan tersebut menggunakan peluru daya ledak tinggi yang berpotensi berbahaya jika berada di area latihan.
Menurut Ricky, kelompok rentan seperti lanjut usia, ibu hamil, pasien dengan kondisi medis khusus, bayi, dan anak-anak diimbau untuk berpindah ke lokasi yang lebih aman sementara waktu. Ia menambahkan bahwa latihan tersebut dilaksanakan di beberapa wilayah, antara lain Desa Air Lengit, Desa Sebadai Ulu, Kelarik, Batubi, dan Teluk Buton.
“Kegiatan latihan menembak senjata berat ini merupakan program rutin satuan untuk memelihara kemampuan prajurit,” kata Ricky dalam keterangannya.
Terpisah, Kapendam XIX/Tuanku Tambusai Letkol Infanteri Faizal Rangkuti menjelaskan bahwa latihan kali ini mencakup beberapa tahap. Dimulai dari latihan menembak senjata berat teknis (latbakjatratnis), dilanjutkan dengan uji siap tempur (UST) kompi terintegrasi, dan ditutup dengan latihan puncak Antar Kecabangan TNI AD (YTP Yonkomposit 1/GP TA 2025).
Faizal menyebut, total ada 968 personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Latihan ini, katanya, merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI, terutama di kawasan strategis Natuna dan Laut Natuna Utara.
“Latihan antar kecabangan ini menunjukkan kesiapan operasional Yonkomposit 1/Gardapati menghadapi berbagai potensi ancaman dan tantangan di Natuna,” ujar Faizal.
Lebih lanjut, Faizal mengungkapkan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) akan diterjunkan dalam latihan ini, termasuk rudal Starstreak milik Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dan Multiple Launch Rocket System (MLRS) Astros II MK 6 milik Artileri Medan (Armed).
“Imbauan kami semata-mata demi keselamatan warga, karena latihan menggunakan alutsista berat seperti Starstreak dan MLRS Astros II MK 6,” tambahnya.
Faizal juga menyampaikan bahwa TNI telah melakukan sosialisasi kepada warga di sekitar daerah latihan. Warga disebut memberikan respon positif dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan latihan tersebut. Bahkan, sejumlah warga ikut membantu persiapan seperti pembangunan menara peninjauan dan pos komando taktis (Poskotis).
Selain itu, masyarakat yang tidak dapat melaut atau berkebun karena area latihan akan mendapatkan bantuan sosial dan pengobatan gratis dari Yonkomposit 1/GP sebagai bagian dari kegiatan bhakti sosial TNI AD.
Referensi:
CNN Indonesia
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Sebuah kisah menyentuh sekaligus mengejutkan viral di media sosial. Seorang pria harus menerima kenyataan pahit setelah memergoki kekasihnya bersama pria...
Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Setiabudi, Bandung, saat sebuah mobil box melaju kencang dan kehilangan kendali di tikungan. Insiden...