Kondisi Andrie Yunus Masih Dirawat Intensif Usai Serangan Air Keras

Andrie Yunus masih dirawat setelah disiram air keras. Polisi mendalami kasus ini dan pemerintah memastikan biaya pengobatan korban ditanggung negara. (Foto: kabarbaik.co)

Andrie Yunus masih dirawat setelah disiram air keras

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, masih menjalani perawatan medis setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Hingga saat ini, kondisi korban belum memungkinkan untuk menerima kunjungan dari pihak luar.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kondisi kesehatan Andrie Yunus masih dalam tahap pemulihan sehingga akses kunjungan sementara dibatasi.

“Kondisi korban masih dalam perawatan dan belum bisa dibesuk,” kata Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (16/3).

Pihak kepolisian menyatakan akan meminta keterangan langsung dari Andrie Yunus setelah kondisi korban membaik. Proses ini dinilai penting untuk mengungkap detail kejadian dan mengidentifikasi pelaku di balik serangan tersebut.

Selain menunggu kesembuhan korban, aparat kepolisian juga menggali informasi dari sejumlah pihak yang berada di sekitar lokasi kejadian. Menurut Budi Hermanto, penyelidikan dilakukan dengan menghimpun keterangan dari saksi maupun orang-orang yang mengenal korban.

“Tentunya, tapi juga tetap mendalami dari orang sekitar korban dan sekitar TKP,” ujarnya.

Pemerintah Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung Negara

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Hak Asasi Manusia memastikan negara akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan pemulihan Andrie Yunus hingga tuntas.

Menurut Wakil Menteri HAM Mugiyanto, dukungan ini merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi para pembela hak asasi manusia yang mengalami kekerasan.

“Kementerian HAM memastikan bahwa negara akan menanggung biaya pengobatan dan pemulihan hingga tuntas,” kata Mugiyanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/3).

Ia juga meminta aparat kepolisian untuk mempercepat proses penyelidikan agar pelaku dan pihak yang berada di balik serangan tersebut dapat segera terungkap. Menurutnya, proses hukum yang transparan sangat penting untuk mencegah terulangnya intimidasi, teror, maupun kekerasan terhadap pembela HAM.

Mugiyanto menegaskan bahwa kasus seperti ini tidak boleh dianggap sebagai masalah kecil karena dapat berdampak pada kredibilitas negara dalam menjaga perlindungan hak asasi manusia.

“Ini sangat mendesak dilakukan oleh polisi, agar kita semua, termasuk pemerintah, mendapat kepastian, sehingga tidak terjadi spekulasi dan narasi liar yang pada akhirnya mencederai komitmen pemerintah dalam penghormatan dan perlindungan HAM,” ujarnya.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan komitmen Polri untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras tersebut.

Menurutnya, ia telah menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar kasus ini diselidiki secara profesional dan transparan.

“Terkait dengan perkembangan dari penyerangan aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan,” ujar Jenderal Sigit kepada wartawan usai meninjau arus mudik di Stasiun Besar Surabaya Gubeng, Jawa Timur.

Kapolri menjelaskan penyelidikan dilakukan dengan metode Scientific Crime Investigation untuk memastikan setiap bukti dan informasi dapat dianalisis secara ilmiah.

“Langkah-langkah yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan Scientific Crime Investigation. Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi, dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” tuturnya.

Menurut pihak kepolisian, proses pengungkapan kasus dilakukan oleh tim gabungan di bawah koordinasi Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Perkembangan penyelidikan akan disampaikan kepada publik secara berkala.

Serangan terhadap Andrie Yunus terjadi setelah ia selesai melakukan perekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Kegiatan tersebut mengangkat tema Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.

Tidak lama setelah kegiatan selesai, korban diserang oleh orang tak dikenal yang menyiramkan cairan keras ke tubuhnya.

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya, dengan area yang terdampak meliputi tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, mata kanan menjadi bagian yang mengalami dampak paling serius.

Setelah kejadian, Andrie Yunus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Referensi:
CNN Indonesia

📚 ️Baca Juga Seputar Nasional

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Nasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia nasional — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED