Kasus Teror Air Keras Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus Jadi Sorotan Nasional

Teror air keras menimpa aktivis HAM Andrie Yunus usai podcast di Jakarta. Polisi, pemerintah, dan koalisi sipil mendesak pelaku serta dalang segera diungkap. (Foto: Tangkapan Layar)

Teror air keras menimpa aktivis HAM Andrie Yunus usai podcast di Jakarta

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi perhatian publik dan aparat penegak hukum. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, dan kini tengah diselidiki oleh kepolisian.

Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden itu terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB. Rekaman CCTV yang beredar di media sosial memperlihatkan dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor mendekati korban dan menyiramkan cairan berbahaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Kami membenarkan adanya peristiwa dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang korban di kawasan Salemba, Jakarta Pusat,” kata Budi Hermanto.

Korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka bakar yang dialaminya.

Kronologi Serangan dan Penyelidikan Polisi

Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya menjelaskan bahwa penyerangan terjadi setelah Andrie Yunus selesai mengisi podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Podcast tersebut mengangkat tema Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.

Menurut Dimas, serangan terjadi tidak lama setelah kegiatan tersebut selesai.

“Korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen setelah disiram cairan berbahaya,” kata Dimas Bagus Arya.

Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap aktivis yang menyuarakan isu hak asasi manusia.

Di sisi lain, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahkan memberikan perhatian khusus terhadap penanganan perkara ini.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa kasus tersebut ditangani oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dengan dukungan dari Polda Metro Jaya serta Bareskrim Polri.

Menurut Johnny, proses pengungkapan kasus dilakukan menggunakan metode scientific crime investigation.

“Saat ini pengumpulan berbagai alat bukti digital termasuk CCTV sedang dianalisis lebih lanjut agar pelaku dapat segera teridentifikasi,” kata Johnny Eddizon Isir.

Selain itu, polisi juga mulai memeriksa saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Setidaknya dua orang saksi telah dimintai keterangan awal, dan jumlahnya diperkirakan akan bertambah seiring perkembangan penyelidikan.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh.

“Ada beberapa bagian tubuh yang terkena, yaitu dada, wajah, dan tangan,” ujar Johnny.

Kasus ini ditangani berdasarkan laporan polisi terkait dugaan penganiayaan berat sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kecaman Luas dan Desakan Pengungkapan Dalang

Serangan terhadap Andrie Yunus memicu kecaman dari berbagai pihak, mulai dari organisasi masyarakat sipil hingga pejabat pemerintah.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut peristiwa tersebut sebagai tanda memburuknya situasi demokrasi.

“Saya mau menyampaikan bahwa situasi ini bukan alarm lagi, tetapi sudah menjadi titik nadir demokrasi,” kata Dimas dalam konferensi pers.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid juga mengecam keras serangan tersebut. Ia menilai penyelidikan harus dilakukan secara serius dan objektif.

Menurut Usman Hamid, Andrie Yunus selama ini kerap terlibat dalam advokasi berbagai isu sensitif, termasuk persoalan militer. Namun ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh dijadikan dasar kesimpulan mengenai pelaku.

Mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan juga menyampaikan kecaman keras. Ia menilai penyiraman air keras ke bagian wajah menunjukkan adanya niat serius untuk mencelakai korban.

“Kalau air keras disiram ke wajah, kemungkinan besar korban bisa gagal bernapas dan bahkan meninggal,” kata Novel Baswedan.

Novel juga menduga serangan tersebut dilakukan secara terorganisasi karena pola pergerakan pelaku yang terlihat dalam rekaman CCTV.

Di sisi lain, pemerintah turut memberikan respons terhadap kejadian tersebut. Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan bahwa tindakan kekerasan terhadap siapa pun tidak dapat dibenarkan dalam negara demokrasi.

“Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini,” kata Natalius Pigai.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa serangan terhadap aktivis HAM merupakan ancaman terhadap nilai demokrasi.

“Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri,” kata Yusril Ihza Mahendra.

Ia meminta aparat penegak hukum tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut.

Hingga kini, kepolisian masih terus mengumpulkan bukti serta menganalisis rekaman CCTV untuk mengidentifikasi para pelaku.

Referensi:
Detik

📚 ️Baca Juga Seputar Berita

Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Berita Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia berita — semua ada di sana!

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED