Insiden Pipa Gas Ganggu Produksi Minyak RI, Bahlil Siapkan Sanksi

Kebocoran pipa migas di Sumatra membuat Indonesia kehilangan potensi produksi minyak mentah pada awal tahun ini. (Foto: YouTube TVR Parlemen)
Kebocoran pipa migas di Sumatra membuat Indonesia kehilangan potensi produksi minyak mentah pada awal tahun ini. (Foto: YouTube TVR Parlemen)

Kebocoran pipa migas di Sumatra membuat Indonesia kehilangan potensi produksi minyak mentah pada awal tahun ini

Indonesia kehilangan potensi produksi minyak mentah pada awal tahun akibat insiden kebocoran pipa migas di wilayah Sumatra. Insiden tersebut terjadi pada pipa gas yang memasok kebutuhan produksi minyak di Blok Rokan, sehingga aliran gas sempat terhenti dan berdampak langsung pada produksi nasional.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, kebocoran pipa tersebut menyebabkan potensi kehilangan produksi minyak mentah dalam jumlah signifikan. Hal itu disampaikan Bahlil saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Januari.

“Kami laporkan bahwa kita di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatera, pipa kita bocor yang kehilangan potential loss kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Pipa yang mengalami kebocoran diketahui milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). Akibat insiden tersebut, pasokan gas ke fasilitas produksi minyak Blok Rokan terganggu, sehingga aktivitas produksi tidak dapat berjalan optimal selama beberapa waktu.

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan memberikan sanksi kepada pejabat terkait yang dinilai bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Ia menyebut evaluasi internal akan dilakukan baik di lingkungan Kementerian ESDM maupun badan usaha milik negara yang terlibat.

“Jadi pipanya yang bocor, tapi ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait karena saya anggap itu sebuah betul terjadi kecelakaan, tapi ada sebuah ketidakikhtiaran dari kami. Tapi, apapun ceritanya, itu kesalahan kami,” ujar Bahlil.

Sementara itu, berdasarkan penjelasan dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, kebocoran pipa gas tersebut telah berhasil ditangani. Dirjen Migas Laode Sulaeman mengatakan aliran gas kini sudah kembali normal dan mengalir dengan kapasitas maksimal ke berbagai titik, termasuk ke Blok Rokan.

✍️ Ditulis oleh: Fadjri Adhi Putra & Fahmi Fahrulrozi
📌 Editor: Redaksi Tren Media

Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.

📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral

Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!

BERITATERKAIT

BERITATERBARU

INSTAGRAMFEED