Pesawat Militer AS Jatuh di Irak, Seluruh Awak Dikabarkan Tewas
Kecelakaan pesawat militer Amerika Serikat terjadi di wilayah Irak bagian barat dan menewaskan seluruh awak di dalamnya. Pesawat yang jatuh...
Read more
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan internasional setelah berulang kali salah menyebut Greenland sebagai Iceland dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia di Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Insiden tersebut terjadi saat Trump membahas isu geopolitik dan keamanan global yang melibatkan kawasan Arktik.
Menurut keterangan Gedung Putih, kesalahan ucapan tersebut tidak mencerminkan kebingungan Presiden AS. Gedung Putih membantah anggapan bahwa Trump keliru memahami perbedaan antara Greenland dan Iceland, meskipun dalam pidatonya ia beberapa kali menyebut nama negara yang berbeda dari maksud sebenarnya.
Trump, yang kini berusia 79 tahun, memang tengah gencar mendorong gagasan agar Amerika Serikat mengakuisisi Greenland, wilayah otonomi Denmark yang dinilai strategis karena letaknya di kawasan Arktik. Berdasarkan pernyataan Trump sebelumnya, ancaman keamanan dari Rusia dan China di wilayah Lingkaran Arktik menjadi alasan utama di balik dorongan tersebut.
Pada Rabu, 21 Januari, Trump bahkan mengumumkan adanya kerangka kerja kesepakatan masa depan terkait Greenland. Ia juga menyatakan pembatalan rencana tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang langkah AS tersebut. Namun, pernyataan ini justru dibarengi kritik keras terhadap sekutu NATO yang dinilai kurang mendukung kebijakan Washington.
“Saya membantu NATO, dan sampai beberapa hari terakhir, ketika saya memberitahu mereka tentang Iceland, mereka menyukai saya,” kata Trump dalam pidatonya. Ia kemudian menambahkan bahwa pasar saham AS mengalami penurunan akibat Iceland, pernyataan yang secara konteks jelas merujuk pada Greenland, bukan negara Islandia di Atlantik Utara yang dikenal dengan lanskap vulkaniknya.
Kesalahan penyebutan itu memicu reaksi publik, termasuk dari kalangan jurnalis. Seorang jurnalis, Libbey Dean, menulis di media sosial X bahwa Trump tampak mencampuradukkan Greenland dan Iceland hingga tiga kali. Menanggapi kritik tersebut, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt memberikan pembelaan.
“Tidak, Libby. Pernyataan tertulisnya menyebut Greenland sebagai potongan es karena memang itulah adanya. Hanya Anda yang mencampuradukkan semuanya di sini,” kata Leavitt, sembari secara sengaja salah menuliskan nama jurnalis tersebut.
Selama forum di Davos, Trump diketahui sering menyimpang dari naskah pidato yang ditampilkan di teleprompter, sebuah kebiasaan yang kerap ia lakukan. Peristiwa ini juga mendapat komentar dari Gubernur California Gavin Newsom, tokoh Partai Demokrat yang disebut sebagai kandidat potensial dalam pemilihan presiden 2028. Newsom menilai situasi tersebut tidak normal dan menunjukkan adanya penyimpangan kesadaran.
Isu ketajaman mental kembali mencuat, mengingat Trump sebelumnya menjadikan kondisi mental sebagai bahan serangan politik terhadap mantan Presiden Joe Biden dalam kampanye pemilu 2024.
Referensi: Detik.com
Temukan berbagai artikel menarik dan inspiratif di halaman 👉 Kumpulan Artikel dan Berita Internasional Terpopuler 2026 . Dari berita terbaru, tips, hingga kisah menarik seputar dunia internasional — semua ada di sana!
Ikuti Saluran Resmi Trenmedia di WhatsApp!
Dapatkan berita terkini, tren viral, serta tips inspiratif langsung dari redaksi.
📱 Saluran Trenmedia 🍳 Saluran Resep Masakan Viral
Klik dan bergabung sekarang – update terbaru langsung masuk ke WhatsApp kamu!
Belakangan ini media sosial diramaikan oleh klaim yang menyebut minum air putih hangat sebelum tidur dapat membuat ginjal lebih sehat....
Cuaca di wilayah Jakarta dan sekitarnya terasa lebih panas dibanding biasanya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dirasakan banyak warga...